Sabtu, 15 Mei 2010

Jembatan Baliase Rubuh Tukang Ojek Panen

Runtuhnya pondasi di ujung jembatan Baliase Masamba kabupate Luwu Utara hari jumat 14 mei 2010 lalu membuat para tukang ojek panen. Sayangnya mereka memberhentikan dan mengerumuni para penumpang kendaraan umum ketika jarak ke jembatan yang rubuh masih jauh, sekitar 1 km.

Polisi dan aparat pemerintahan sudah menengok lokasi tsb. Dan sampai saat ini jembatan darurat sudah dibangun dan digunakan, yaitu menggunakan batang pohon kelapa yg dijejerkan dan diikat kawat.Alhasil untuk motor dan pejalan kaki saja.

Jumat, 14 Mei 2010

Nasib Petugas Konversi Pertamina Luwu Timur (3)

Sejak rubuhnya jembatan Baliase di Masamba, kota Malili sepi. Beberapa SPBU Pertamina mulai dikawal petugas dari kepolisian untuk mencegah aksi borong pakai jerigen.

Bus bus malam jurusan Soroako Makasar kembali ke poolnya d Sorowako. setelah mentok di jembatan yang rubuh itu. Malili makin senyap. Apalagi Sabtu Minggu adalah hari libur bagi pegawai pemerintahan di Luwu Timur.

Akhirnya beginilah nasib mereka.Terdampar, kekanan laut ke belakang gunung ke depan jembatan rubuh ke kiri banjir besar.

Jembatan Baliase rubuh Jalur Luwu Timur Makasar putus

Rubuhnya jembatan Baliase di Masamba akibat pondasinya yang terkikis arus sungai yang deras akibat hujan deras pada jam 1.30 WITA Jumat tgl 14 mei 2010 kemarin menyebabkan Luwu Timur terisolir. Karena jalan poros ke Poso juga putus akibat badan jalan terendam banjir di Mangkutana.

Seharusnya jalur ke Luwu Timur ini segera dipulihkan dalam 2x24 jam karena selain kebutuhan BBM yg terbatas, krn stok bensin sudah habis di semua SPBU, juga karena in jalur utama ke sulawesi tengah dan tenggara lewat darat.

Rabu, 12 Mei 2010

Nasib Petugas Konversi Pertamina di Luwu Timur (2)

Saat ini. dari 208 petugas yang diturunkan di wilayah luwu Timur ini, hanya tersisa 14 orang saja yang tinggal. Dari 14 orang itu 12 orang yang dari Jakarta.

Sementara hasil cacah sudah selesai dan barang yang akan dibagikan sampai saat ini tidak jelas juntrungannya. entah itu kompor entah itu tabung. maka yang bisa mereka lakukan hanya menunggu. Banyak cara membunuh waktu dalam menunggu ini. tetapi lebih banyak yang mancing dan melamun. Merindukan rumah . Merindukan anak istrinya.

Stress itu sudah pasti. Tanpa kejelasan dan tanpa hiburan apa yang harus dilakukan. Sementara para atasannya tidak berani memulangkan mereka. Takut ketika baru dipulangkan tiba-tiba ada berita dari pusat bahwa distribusi sudah dimulai.

Senin, 10 Mei 2010

NASIB PETUGAS KONVERSI PERTAMINA DI LUWU TIMUR (1)

Saat ini 63 hari sudah para petugas konversi menetap di Manurung. Suatu desa di kecamatan Malili ibu kota Luwu Timur.
Untuk hasil pencacahan calon yang akan mendapatkan kompor gas beserta asesorisny di wilayah ini semuanya sudah selesai, semuany sekitar 50000an.