Sabtu, 04 Juli 2015

Sesuatu telah berubah


Tahun ini semua berubah. Cara pandang ku terhadap islam mulai beda. Memandang dari arah lain.
Biasanya rasa takut terhadap neraka dan keinginan terhaap surga itu besar. Sekarang semua menjadi hilang.
Dan hidup menjadi berbeda.

Awalnya adalah melihat gerakan dan tingkah laku ISIS di Asia tengah sana. Dunia arab yang keras. Dunia batas hidup dan mati yang tipis.

Melihat bagaimana mudahnya nyawa hilang hanya karena berbeda agama. Membayangkan wanita dijual dan dijadikan budak nafsu. Nilai mereka hanya dilihat berdasarkan lubang kelamin mereka. Membaca tingkah para pengikut ISIS yang berbuat semau nya. Melontarkan orang yang dianggap gay dari atap gedung. menenggelamkan tawanan dalam kolam renang dengan kerangkeng yang dijatuhkan. Hukum syariah yang dibuat keras dan kaku. Potong tangan dan rajam merajalela. Membuatku bertanya begitukah yang dilakukan Rasullallah Nabi Muhammad SAW. Dan pertanyaan itu menuntunku ke tempat yang baru dan penuh kejutan.

Awal dari penyebaran nabi Muhammad adalah di Mekah. Selama 13 tahun berjuang menyebarkan islam yang penuh toleran dan kasih di kota ini. Berjuang sampai habis harta bendanya. Melupakan dagangannya. Semua demi Islam. Dibimbing istrinya yang setia dan seorang kristen yang taat Nabi Muhammad benar-benar menjadi orang yang saleh dan sangat baik. Namun semua itu berubah. Kematian istrinya tercinta telah membuatnya harus mengambil keputusan besar. Pindah. Dan pindahlah dia ke Madinah.

Disinilah semuanya terjadi. Selama 10 tahun dia menyebarkan agama disini. dan ISIS mendapatkan semua pelajaran bagaimana menghadapi kaum nasrani, yahudi, tawanan perang dan lain-lain. Nabi Muhammad telah berubah dikota ini. Dan duniapun perlahan berubah.

Pada akhirnya yang akan dilakukan kita cuma satu. Mengikuti naluri sebagai manusia atau tidak. Pada akhirnya aku sadar. Terlalu banyak kebohongan yang harus dibuat manusia agar tetap hidup wajar. Dan tidak tahu ternyata lebih menenangkan.

Semoga kita kembali ke fitrinya.
Selamat menikamati Ramadhan.. selagi bisa.



Selasa, 24 Februari 2015

Hasil Pelajaran di waktu kecil

Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.

Mengapa..?
 
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi
lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk
bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat
lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan
anggaran uang rakyat

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi
lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.

Mengapa..?

Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan
bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan
bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di media sosial ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau
melakukan koreksi diri sebelumnya.

Mengapa..?

karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.

Mengapa..?

karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya "ngotot" dan
merasa paling benar sendiri.

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.

Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di
rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita
dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal
sehat dan berbudi luhur.

Diolah kembali dari tulisan George Carlin seorang Comedian pemerhati kehidupan.

***Jika artikel ini dirasakan bermanfaat silahkan di sharing kepada siapa saja sebanyak-banyaknya.
Mari kita belajar terus dan terus belajar untuk menjadi orang tua dan guru yang lebih baik agar potret negeri kita bisa berubah menjadi lebih baik mulai dari kita, keluarga kita dan sekolah kita sendiri. ��