Senin, 26 Desember 2011

Melihat Indonesia dari Makasar sampai Malili

Sebuah catatan perjalanan.




Makasar yang dulunya bernama Ujung pandang adalah pintu gerbang Indonesia timur. Disini semua pesawat dan kapal laut berlabuh. Mengisi bensin. Rehat sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya. Entah itu ke menado , Maluku ataupun merauke. Disini pula perjalananku menelusuri Sulawesi selatan bermulai.

Perjalanan menggunakan sepeda motor ataupun kendaraan roda empat menyusuri Sulawesi selatan cukup melelahkan, pemandangan di perjalanan juga cukup membosankan. Antara Makasar sampai Parepare yang ada hanya jalan lurus dengan betonisasi buah karya yusuf kala yang belum selesai. Ide besarnya adalah membuat jalan panjang yang lebar dan mulus dari makasar sampai parepare agar daerah di pedalaman Sulawesi selatan turut serta terbangun. Terjamah dan terjangkau. Sehingga pembangunan di daerah terpencil bisa berlanjut.

Di awal awal pembangun jalan, tahun 2007, masih banyak terlihat pohon dan rumah disisi jalan. Rumah-rumah panggung khas bugis. Memang semenjak lepas dari maros suasana lapangnya jalan mulai terasa. Untung saya sempat merasakan rindangnya jalan di pare-pare sebelum hilang dan menjadi gersang seperti saat ini. Karena pembangunan harus jalan terus. Harus ada yang dikorbankan.

Sepanjang jalan, adalah biasa melihat penduduk bugis, mandi di pinggir jalan. Dengan menggunakan sarung yang diikat sampai ke leher jika ia wanita. Yang diikat dipinggang jika ia laki-laki. Mereka mandi seperti biasa kita mandi. Namun sambilberpakaian ,entah Cuma celana dalam atau ditutupi sarung. Setiap sore dan pagi rutin lah.. mandinya.

Ketika mampir di mesjid untuk shalat dan istirahat, baru menyadari. Tidak ada mesjid yang kecil di sepanjang jalan poros ini. Semua besar dan indah. Apakah ini membuktikan bahwa masyarkat Sulawesi selatan sudah sejahtera. Mungkin juga. Karena saya jarang menjumpai pengemis di perjalanan ini.

Makanan dan minuman adalah yang pertama dicari ketika istirahat. Hampir semua restoran menyajikan masakan laut. Mulai dari ikan bolu atau bandeng sampai ikan tongkol, tenggiri, udang dan lain-lain. Namun andalan hamper semua restoran adalah ikan bolu (dibaca bandeng). Dan yang membedakan orang bugis dengan orang jawa adalah, mereka orang bugis lebih menyukai kepala sedangkan orang jawa lebih menyukai ekor. Pas lah.

Satu lagi.. jangan kaget jika setiap makan disediakan jeruk nipis dan kuah sayur. Karena mereka mencampurkan hamper setiap masakan mereka dengan jeruk nipis. Walau itu air putih saja. Mungkin kebiasaan iini karena mereka harus menghilangkan amisnya ikan laut.

Pangkajene, Parepare, sidrap, soppeng, enrekang, makale, palopo, masamba, malili, sorowako. Semua sama. Jeruk nipis tidak pernah lupa.
Merangkum perjalanan ini. Pembangunan di Sulawesi terlihat maju apalagi ada rencana untuk membangun rel kereta api dari makasar sampai Malili. Dari daerah pantai di sepanjang perjalanan. Sampai daerah pegunungan . Padahal rasa-rasanya apa sih yang dicari di Sulawesi ini. Nikel di sorowako sudah menipis. Palopo masih belum memperlihatkan geliat ekonominya. Walau sidrap sudah maju dengan beras dan ayamnya, rasa-rasanya daerah lain disini masih tertinggal jauh. Walau ada tana toraja sebagai pintu ekonomi untuk pariwisata .

Sentra-sentra ekonomi masih belum bisa jauh dari makasar. Padahal potensi sentra ekonomi dan pembangunan di wilayah lainnya sangat banyak. Cocoa dan rumput laut berlimpah. Buah-buahan seperti langsat, rambutan dan duren banyak ditemui disini.

Namun karena presidennya masih orang jawa sehingga rasa-rasanya pembangunan tetap akan berkutat dipulau jawa. Mungkin aka nada saatnya jalan raya bertingkat-tingkat,karena jawa sudah padat. Dan jalan tol selalu padat pula. Sayang Habibie hanya sebentar jadipresiden,sayang juga Jusuf kala gagaljadi presiden. Suratan takdir memang lain. Rencana Tuhan kita tidak pernah tahu.

Senin, 19 Desember 2011

dari JAKARTA BIENNALE#14.2011



Jakarta Biennale XIV 2011 mengangkat tema besar "Maximum City: Survive or Escape?" Dengan tema ini, kami ingin mengajak para seniman untuk merespons fenomena Kota Jakarta yang sudah sesak. Sebab di saat yang bersamaan masyarakat Jakarta juga menempuh jalannya sendiri dalam mencoba bertahan atau malah kabur dari semua kesesakan ini. Apakah nantinya terjadi paralelisme antara tanggapan seniman dengan sikap masyarakat Jakarta terhadap kotanya, itulah yang akan teruji dalam biennale ini.


Di jakarta ini jadi orang harus tahan banting. Jika tidak kuat lebih baik menyingkir. Karena kota inilebih kejam dari ibu tiri. Makan minum dan tidur semua berlangsung cepat. Pagi macet sore macet. Malam terang siang hiruk pikuk. Warga kaya di gedung mewah hidup bersebelahan dengan kaum miskin di tenda-tenda kumuh pinggir sungai. Budaya modern-rasional berdiri sejajar dengan yang tradisional-mistis. Begitu pula antara semangat komunal dan individual, paham sektarian-fundamentalis dan multikultursalis-liberalis

Kota yang sangar dan sumpek. Penduduknya mencapai 9 juta orang, tetapi bisa membengkak menjadi sekitar 12 juta orang jika memperhitungkan para pekerja dari pinggiran yang memenuhi Jakarta siang hari.

Jadi mana mau dipilih : bertahan di sini atau pulang kampung? Survive or Escape?

Minggu, 18 Desember 2011

Mancing mancing..



Menikmati siang yang panas dengan membuang waktu
Di belakang rumah melamun
hidup tidak usah ngoyo
buang marah dan iri
kedamaian dan kekayaan pasti kan datang
dan
mudahmudahan udang atau papuyu, atau mungkin haruan yang datang kali ini

Jumat, 16 Desember 2011

Bikin Buku : Rahasia Menjadi Self Publisher

by : Abdi Husairi Nasution

Menerbitkan buku sendiri merupakan cita-cita setiap penulis maupun orang-orang yang suka nulis. Pengalaman pertama JK Rowling bisa dijadikan contoh betapa susahnya dia menerbitkan buku seri pertama Harry Potter-nya waktu itu. Setiap penerbit yang didatangi selalu beranggapan kalau cerita Harry Potter itu tak biasa, aneh, dan bakal tak diterima pasar karena tak mengikuti trend di masa itu. Dan mereka pun menolaknya. Hingga akhirnya ada satu penerbit yang berani menanggung risiko dan optimis kalau Harry Potter bakal disukai anak-anak dan banyak orang. Optimisme itu terbukti benar, Harry Potter pun menjadi buku Best Seller sepanjang massa, dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Andai JK Rowling punya modal sedikit, pasti dia akan menerbitkan sendiri Harry Potter-nya itu. Namun Rowling tak punya uang untuk itu. Apalagi kemudahan seperti yang diperoleh Vira Classic di atas belum ada. Waktu itu belum ada situs Nulisbuku.com untuk mengupload dan menjual naskah yang mau diterbitin secara indie, dan belum ada juga pixlr.com untuk membuat cover buku sendiri. Beruntung kita punya situs itu di masa sekarang. Paling tidak bisa membantu penulis-penulis yang ingin punya buku sendiri.

Namun, apakah cukup sampai di situ, tentu tidak. Selain butuh ongkos cetak, design lay-out, penentuan ukuran buku, dan sebagainya, kita juga butuh pendistribusian buku-buku itu pada pembaca (atau calon pembeli). Untuk masalah pendistribusian ini pun sebenarnya tak perlu dipikirkan dan tak ada masalah. Cara yang dilakukan Vira Classic merupakan salah satu alternatif, namun cara ini akan memakan waktu lama karena harus menunggu pesanan dari calon pembeli. Cara lain adalah bekerja sama dengan penerbit besar yang punya jalur distribusi cukup luas, dan mereka siap membantu, tinggal urusan fee yang perlu disepakati (kalau dilakukan sendiri bisa butuh biaya besar tentunya).

Cara-cara penerbitan buku secara indie tersebut sudah dilakukan di negara-negara maju di Eropa maupun Amerika jauh sebelumnya. Bahkan saat punya kesempatan mengunjungi Frankfurt Book Fair delapan tahun lalu, saya sempat nanya-nanya ke salah satu stand penerbit Rusia. Penerbitan mereka cuma punya 5 personil, yang cuma mengurusi royalti penulis, keuangan, design, editor, dan pendistribusian/penjualan. Untuk urusan design buku sudah mereka serahkan pada perusahaan out sourcing, demikian pula dengan editorial. Untuk urusan penyimpanan dan pendistribusian, mereka kerja sama dengan jaringan usaha penyedia kegiatan tersebut. Hebatnya, mereka sudah punya puluhan ribu judul buku yang terjual di berbagai negara.

Teman-teman saya juga sudah melakukan hal yang sama (menyusul saya tentunya). Teman-teman saya itu menerbitkan buku mereka sendiri dengan prosedur dan tahapan berikut (ini sudah menjadi prosedur standar seperti yang dilakukan Vira Classic dan Andi Gunawan).
1.Menentukan naskah yang akan diterbitkan
2.Menentukan lay-out naskah dan ukuran buku yang akan diterbitkan
3.Membuat ISBN - International Standard Book Number
4.Mencetak naskah setelah design selesai
5.Penentuan harga buku
6.Mendistribusikan buku pada pembaca

Bagaimana dengan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan keenam tahapan itu? Untuk penentuan naskah yang mau diterbitkan bisa dilakukan sendiri, jadi gratis. Untuk urusan design bisa diserahkan pada orang lain atau dilakukan sendiri untuk menghemat biaya namun menyita waktu, kecuali kita ini pengangguran. Kalau dikerjakan orang lain tentu hasilnya akan lebih memuaskan dan design isi buku juga akan lebih menarik dan bagus. Namun perlu biaya, biasanya dikenakan biaya per lembar, rata-rata antara 5000 hingga 20.000 Rupiah per lembarnya, tergantung sang designer, kalau teman kita sendiri harga itu bisa ditekan (kalau tega).
Selesai pendesainan, kita perlu mencetak isi buku tersebut, kecuali kalau kita mau menjualnya dalam bentuk ebook, tak perlu susah-susahlah mencetak. Namun sebelum buku dicetak, kita perlu membuat ISBN terlebih dahulu. Untuk beberapa peenerbit indie suka nggak buat ISBN, ribet katanya. Berdasarkan informasi yang langsung saya kutip dari situs Wikipedia, ISBN atau International Standard Book Number (arti harfiah Bahasa Indonesia: Angka Buku Standar Internasional) adalah pengindentikasi unik untuk buku-buku yang digunakan secara komersial. Sistem ISBN diciptakan di Britania Raya pada tahun 1966 oleh seorang pedagang buku dan alat-alat tulis W.H. Smith dan mulanya disebut Standard Book Numbering atau SBN (digunakan hingga tahun 1974). Sistem ini diadopsi sebagai standar internasional ISO 2108 tahun 1970. Pengidentikasi serupa, International Standard Serial Number (ISSN) digunakan untuk publikasi periodik seperti majalah.

ISBN diperuntukkan bagi penerbitan buku. Nomor ISBN tidak bisa dipergunakan secara sembarangan, diatur oleh sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Untuk memperolehnya bisa menghubungi perwakilan lembaga ISBN di tiap negara yang telah ditunjuk oleh lembaga internasional ISBN. Perwakilan lembaga internasional ISBN di Indonesia adalah Perpustakaan Nasional yang beralamat di Jalan Salemba, Jakarta.

Nomor ISBN dapat diperoleh dengan menghubungi Perpustakaan Nasional dengan cara datang langsung atau melalui faksimil dengan ketentuan berikut
1.Mengirimkan atau membawa surat permohonan yang berisi judul buku beserta sinopsis buku yang akan diterbitkan.

2.Membayar biaya administrasi Rp 25.000/judul buku (di negar-negara tertentu seperti Malaysia tidak dikenai biaya apa pun)

Proses untuk memperoleh nomor ISBN tidaklah rumit, terlebih bila datang sendiri ke Perpustakaan Nasional hanya memerlukan waktu beberapa jam.
ISBN terdiri dari 10 digit nomor dengan urutan penulisan adalah kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi.

Namun, mulai Januari 2007 penulisan ISBN mengalami perubahan mengikuti pola EAN (European Article Numbering System), yaitu 13 digit nomor. Perbedaannya hanya terletak pada tiga digit nomor pertama ditambah 978. Jadi, penulisan ISBN 13 digit adalah 978-kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi. Prefiks ISBN untuk negara Indonesia adalah 979 dan 602. Contoh pola ISBN untuk buku-buku di Indonesia:

978-602-penerbit-kode buku-no identifikasi
979-979-penerbit-kode buku-no identifikasi
979-602-penerbit-kode buku-no identifikasi

Catatan: untuk dua pola akhir belum digunakan dan akan digunakan apabila prefiks 978 sudah penuh. Hal ini berlaku untuk semua negara dimana prefiks awal 979 menggantikan penempatan prefiks 978.

Untuk biaya cetak carilah yang termurah (sudah pasti), apalagi kalau design buku yang sederhana tentu akan lebih murah lagi ongkos cetaknya. Kalau isi buku berwarna butuh biaya cetak yang besar, apalagi kalau dicetak di atas kertas art paper, akan lebih mahal lagi. Saat ini biaya cetak berkisar antara Rp3.000 hingga Rp30.000 per buku. Asumsi harga ini tergambar dari harga-harga buku yang beredar di toko buku. Misalnya, kalau harga buku itu sekitar Rp21.000 maka ongkos cetaknya sekitar Rp3000 per buku. Kalau harga buku Rp210.000 maka ongkos cetaknya itu berkisar 30.000. Ketebalan buku juga sangat menentukan harga. Untuk menentukan harga buku ini ada penjelasan khusus (sabar ya).

Prinsipnya dalam dunia percetakan, biaya cetak akan semakin murah kalau cetaknya banyak. Rata-rata, penulis-penulis indie mencetak bukunya berkisar antara 500 hingga 2000 eksemplar (eks). Harga cetak 500 eks itu hampir sama dengan 1000 eks (beda tipislah). Jadi daripada nyetak 500 mendingan nyetak 1000 eks. Dan harga cetak 1000 eks itu lebih mahal daripada nyetak 2000 eks, jadi lebih baik nyetak 2000 eks. Kalau nyetak cuma 500 eks, harga buku jadi lebih mahal. Rata-rata setiap penerbit komersil untuk cetakan pertama, cetak bukunya berkisar antara 3000 hingga 10.000 eks (kecuali buku pelajaran yang bisa mencapai 30.000 eks untuk cetakan pertama).

Habis nyetak, yang perlu dipikirkan adalah penentuan harga jual buku. Salah satu cara yang paling sering digunakan antara lain ongkos produksi dikali tujuh (Biaya Produksi X 7). Ongkos produksi ini dihitung mulai biaya desain, cetak, dan wara-wiri (biaya transport). Pengalaman beberapa teman saya, untuk satu judul buku rata-rata mereka bisa menghabiskan dana sekitar Rp10-15juta. Kalau total biaya produksi yang dihabiskan sekitar Rp10 juta dan buku yang dicetak sebanyak 2000 eks berarti ongkos produksi sekitar Rp5000 setiap bukunya. Jadi, harga buku itu bisa mencapai: Rp35.000 (Rp5000 x 7). Keuntungan yang diperoleh dari menjual 1000 eks saja bisa mencapai Rp35juta, berarti dapat untung sekitar Rp25juta. Andai sisa 1000 eks lagi tak laku atau dijual murah, kita tetap masih untung. Bisa dibayangkan sebuah penerbit besar dapat keuntungan tiap tahunnya berapa?

Tahap terakhir adalah masalah pendistribusian. Saat ini masalah prndistribusian tak perlu dikhawatirkan, banyak penerbit besar yang bersedia mendistribusikan buku kita ke berbagai toko buku dan penjuru nusantara. Biasanya fee yang dibayarkan berdasarkan kesepakatan masing-masing. Sebuah distributor buku adakalanya meminta margin keuntungan paling tinggi sebesar 60 banding 40, 60% keuntungan buat mereka sedang 40% buat kita. Andai keuntungan mencapai Rp25juta maka Rp15juta buat mereka, sisanya Rp10juta buat kita. Berarti kita masih dapat untung 10juta untuk biaya produksi 10juta (lumayan kan). Itu kalau yang laku 1000 eks, kalau lebih dari itu tentu lebih banyak lagi. Kalau tak laku? Hmmm, namanya juga bisnis.

Keuntungan menggunakan jasa distributor buku itu antara lain kita tak perlu repot memikirkan biaya distribusi, transportasi, iklan, maupun gaji marketing, kita tinggal terima laporan hasil penjualan dan pembagian keuntungan. Bayangkan kalau kita harus mendistribusikan buku sendiri, tentu repot. Apalagi kalau kita tak punya jaringan atau transportasi, pasti lebih repot. Kalau mau menjual ke toko buku juga banyak persyaratannya, harus punya NPWP, SIUP, dan sebagainya. Belum lagi pembagian keuntungan yang hampir sama dengan jasa ditributor.

Cara-cara menjadi self publisher di atas merupakan satu alternatif kalau mau berorientasi profit. Kalau mau pakai cara Vira Classic juga boleh, tapi jangan harap bisa cepat dapat profit. Kalau untuk pemula bolehlah, malah sangat dianjurkan, hitung-hitung buat belajar bisnis di dunia perbukuan. Kalau sudah tahu, tak salahlah menjadi lebih profesional. Siapa tahu bisa seperti Gramedia .

Terima kasih..

Sisiku yang lain bisa diobok-obok di www.abdi-husairi.blogspot.com dan http://yandanesia.blogspot.com/

Senin, 12 Desember 2011

Film Animasi Indonesia Terkeren : Pada Suatu Ketika by LakonAnimasi

Independence day + Transformers + Upin&Ipin = Indonesia banget !!

Ini adalah contoh kekuatan film animasi Indonesia sebetulnya.
Setiap detil, dari mulai orang sampai teko, dari bajaj sampai motor adalah khas Indonesia banget.


aslinya lihat di http://vimeo.com/33383100

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI jangan sampai kerja cuma 5 tahun dipenjara 10 tahun.



Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI,  akan saya ingat  3 fungsi dan tugas utama  saya dalam mengembangkan dan menyejahterakan daerah-daerah di Indonesia, yaitu sebagai  legislasi, pertimbangan dan pengawasan pada bidang-bidang terkait. Karena itu saya akan membuat batasan yang jelas mana yang harus  dan boleh diambil dan mana yang tidak. Sehingga saya bisa bekerja dengan baik dan benar, jangan sampai kerja cuma 5 tahun dipenjara 10 tahun. Amit-amit.

Dalam melaksanakan Fungsi Legislasi dimana Tugas dan wewenangnya meliputi membahas  Rancangan Undang-Undang yang dajukan pemerintah kepada DPR maka Saya akan hadir dalam sidang dan tidak tidur dalam  membahas RUU. Dan jika RUU nya tidak memenuhi kaidah dan kehendak rakyat secara umum maka saya akan  mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang  nantinya bisa memenuhi rasa keadilan dan demi memajukan kesejahteraan masyarakat.  Dan agar mampu bertugas dengan baik saya akan bawa doping tradisional,  kopi hitam  pekat yang disimpan dalam termos kecil agar bisa melek dan tetap segar dalam bertugas.  Walau mungkin tidak sesederhana ini.

Dalam melaksanakan Fungsi Pertimbangan, saya akan memberikan pertimbangan kepada DPR berdasarkan aspirasi rakyat yang saya terima. Entah itu dari media elektronik maupun dari surat kabar. Atau  dari manapun yang sampai ke saya dan  saya  akan memberitakan hasil dan perkembangan suatu issue yang telah selesai dan sedang berlangsung di DPD melalui media dan blog saya.  Hari gini harus punya blog dong..
Dalam melaksanakan Fungsi Pengawasan,  saya akan  melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk  ditindaklanjuti.  Mungkin Saya  akan lebih teliti ketika membahas hasil  pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK dalam bidang  pendidikan, dan agama. Karena  melihat kenyataan yang ada dilapangan bahwa  banyak  sekolah yang ambruk walau belum setahun dibangun  dan rangking 1-nya departemen 
Agama sebagai departemen yang paling korup di Indonesia.

Ketika masa reses tiba, dan  ada waktu luang  bagi saya untuk  study banding  keliling nusantara.  Untuk melihat daerah mana yang bagus daerah mana yang parah dalam kesejahteraan, pendidikan dan akses masuk ke wilayahnya. Sudah pasti saya catat, sehingga saya ingat dan tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan  dan diambil ketika waktu kerja tiba. Mungkin saja saya datang berkunjung ke kelurahan di Cisewu Garut yang sering dilanda longsor, atau menengok kota Sidrap  di Sulawesi yang subur dengan beras dan ayamnya  sambil mencari tahu bagaimana kota ini  bersih dari pengemis dan peminta-minta di jalan. Atau mungkin ke Mahalona di Luwu Timur untuk melihat nasib transmigran yang ada disana sekarang.

Namun ini cuma khayalan saja..  Mudah-mudahan saya menjadi Anggota DPD RI beneran, dan bisa mewujudkan hal ini.. Amien.

Jumat, 09 Desember 2011

Ketika Johar arifin cuci tangan



Persipura gagal ikut AFC. Semua saling menyalahi.. Point utamanya hilang, bahwa Persipura ikut di AFC mewakili Indonesia. Dan kemarin Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan bahwa pemain yang bermain di Indonesia Super League (ISL) tak boleh membela tim nasional.

“Kompetisi sah adalah kompetisi yang dipimpin Ketua Umum PSSI. Di luar itu, tidak sah. Nanti, kami akan laporkan kepada AFC,” katanya dalam kata sambutan acara syukuran di kediaman Djohar Arifin Husin, Selasa (22/11/2011) malam. PSSI hanya mengakui Indonesian Premier League (IPL) sebagai kompetisi yang sah. Kompetisi di luar PSSI, seperti Indonesian Super League (ISL), adalah kompetisi yang ilegal. Ini bukan kemauan PSSI. Tidak bolehnya pemain di luar kompetisi PSSI tampil di timnas ini merupakan regulasi dari FIFA. Saya sudah katakan kepada Rahmad waktu lawan Galaxy, pilih semua pemain dari mana saja. Artinya, kita ingin semua bisa bela ‘Merah Putih’, tapi ini ketentuan dari FIFA. Kalau tetap memainkan pemain yang bermain di luar kompetisi resmi, kita akan di-banned, akan dihukum,” katanya.

Sehebat apapun orang, setelah mencicipi rasanya uang maka nafsunya pasti bertambah. Kita sering mengingat sejarah hanya tanggalnya saja. Esensi dan cara jalannya cerita itu jadi sejarah dilupakan. Gagasan tentang sepakbola yang maju dan indah dibuat populer dan diterima oleh mayoritas orang ketika kongres. Dengan memberi ini memberi itu. Dengan mengganti Nurdin Halid akan begini, bahwa memilih saya akan begitu, semuanya diciptakan dengan kata-kata dan janji yang indah. Beginilah cara anggota kongres memungut suara untuk menghukum Nurdin Halid. Dan semuanya menjadi sah secara konstitusional.

Dalam kenyataannya beliau malah menghukum kebanyakan orang yang turut memberi suara itu. Menyakiti hati rakyat pecinta bola di Indonesia dan dengan bangga menyatakan semua salah mereka.

Yang dilupakan oleh beliau adalah setiap orang kaya tidak akan menurut begitu saja. Mereka pasti bereaksi. Mereka punya uang. Punya kekuasaan, punya keinginan untuk mengubah sesuatu. Mereka tidak akan diam saja membiarkan aset dan dagangannya hilang. Liga Indonesia pasti punya sumber untuk melakukan perubahan dan mereka lakukan itu.

Akhirnya saya dan orang-orang lainnya yang tidak mempunyai sumber yang sama jadi hanya duduk dan menonton kelakuan orang-orang seperti itu.

Perang antara yang kaya dan yang kaya telah berlangsung lama, dan akan berlangsung selamanya sampai pemimpin itu sadar bahwa dia sedang diperalat. Bahwa dia sedang dijadikan mainan. Bahwa dia cuma bidak catur yang bisa dikorbankan jika terlihat membahayakan aset dagangannya. Sepak bola Indonesia mau hancur atau Papua mau merdeka emang gue pikirin, yang penting bisnis gue jalan. Harta gue bertambah.

Jadi siapa yang untung dengan kemelut PSSI ? kita sudah tahu siapa. Terus siapa yang dirugikan ? sudah pasti kita semua, pecinta bola dari sabang sampai Merauke.

Kalau dia punya niat baik pasti ada jalan. Atau musyawarah memang sudah kalah ama uang.

Senin, 05 Desember 2011

Jadwal dan rute baru keretaapi Rel Listrik



Senin (5/12/2011) ini, pola jalur melingkar kereta rel listrik (KRL) mulai efektif beroperasi. Sayangnya, perubahan pola baru ini justru merepotkan penumpang sehingga kurang disukai. Penerapan pola loop line pada perjalanan KRL Jabodetabek memang bertujuan menyederhanakan pola operasi, mengurangi overlapping di antara rute kereta api, mengurangi perpotongan di antara perjalanan KRL, dan meningkatkan kapasitas angkut.

Perbedaan pola ini ketimbang pola sebelumnya, antara lain, operasi KRL hanya tersisa enam rute dari 37 rute. Rute itu ialah Bogor-Manggarai-Tanah Abang-Duri-Jakarta Kota-Jatinegara, kedua Bogor-Manggarai-Jakarta Kota, ketiga Parung Panjang-Serpong-Tanah Abang, keempat Tangerang-Duri, kelima Bekasi-Jatinegara-Manggarai-Jakarta Kota, dan keenam Tanjung Priok-Jakarta Kota (Media Indonesia, 23/11).

Para penumpang kereta api commuter dari Parung Panjang/Serpong mulai 1 Desember 2011 tidak akan bisa lagi menumpang kereta langsung ke Stasiun Karet, Sudirman maupun Manggarai.

Berdasarkan poster-poster yang banyak ditempel di stasiun, Jumat (25/11/2011), para penumpang KRL yang akan menuju Stasiun Karet, Sudirman atau Manggarai harus transit dulu di Stasiun Tanah Abang, untuk selanjutnya menggunakan KRL lain menuju Karet, Sudirman atau Manggarai.

Semula penumpang KRL bisa langsung ke tiga stasiun tersebut dari Parung Panjang, Serpong, Pondok Ranji, Kebayoran Lama maupun Palmerah. Dengan perubahan rute tersebut, para pekerja atau orang yang hendak pergi ke kawasan Sudirman, Thamrin SCBD, Blok M yang semula bisa memanfaatkan KRL langsung turun Stasiun Sudirman lalu berpindah busway, harus bersabar sejenak menunggu KRL lain. Begitu pula sebaliknya.

Rute baru tersebut meliputi:
1. Bogor/Depok - Manggarai - Jakarta Kota (PP)



2. Bogor/Depok - Tanah Abang - Pasar Senen - Jatinegara (PP)
3. Bekasi - Jatinegara - Manggarai - Jakarta Kota (PP)
4. Parung Panjang - Serpong - Tanah Abang (PP)
5. Tanjung Priok - Jakarta Kota (PP)
6. Tangerang - Duri (PP)

lengkapnya dihttp://www.krl.co.id/c-news-c-menu-114/354-perubahan-jadwal-krl-commuter.html

Yang jelas Sistem baru ini memang membuat sejumlah penumpang harus berganti kereta, termasuk berpindah jalur, bahkan peron. Komunitas pengguna kereta KRL Mania mendesak KCJ menunda penerapan loop line.

Humas KRL Mania Agam Fatchurrochman mengatakan, secara umum penumpang menderita selama masa uji coba. Masalah utama penerapan sistem loop line ialah cara transit yang sulit serta waktu tunggu yang tidak tentu karena jadwal yang amburadul. Namun Mentri Dahlan Iskan sudah memutuskan jalan terus untuk rute ini.

Jadi nikmatilah..

Sabtu, 03 Desember 2011

Siaga 2012 di ciliwung


Mandi dan mencuci untuk ibu-ibu adalah kegiatan rutin dilaksanakan di pagi hari di sepanjang sungai ini. Namun rasanya kebiasaan ini akan berakhir tahun depan. Karena bantaran Ciliwung mau dibersihkan dan penduduk di bantaran sungai ini harus siap-siap tegang dan pindah. Walau penduduk yang menempati tanah ini sudah tinggal bertahun-tahun di tanah liar di pinggir ciliwung, dan mereka dianggap legal oleh pemerintah kota setempat karena membayar PBB, tagihan listrik, dan telepon, serta memiliki RT, RW, dan kelurahan tertentu mereka harus pergi.


"Kalau dibilang penduduk liar, tetapi mereka memiliki KTP. Jadi, meskipun tinggal di tanah liar, namun keberadaan mereka masih dianggap legal," katanya saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak di kantor Kemenpera Jakarta, Jumat (2/12).

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) segera melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan rumah susun sedrhana sewa (rusunawa) di bantaran Kali Ciliwung (Jakarta) pada awal 2012.


Apapun alasannya vonis sudah dijatuhkan, keputusan sudah ditetapkan dan agaknya awal tahun 2012 suasana akan panas di bantaran sungai ini.

Rabu, 30 November 2011

Jakarta memerlukan bangku untuk sekedar duduk dan beristirahat



Kota Jakarta itu panas. Kita semua tahu. Namun tahukah bahwa anda betapa nelangsanya warga jakarta ketika berjalan. Panas, haus dan lelah setelah berjalan jauh, dan ketika mencoba duduk di pinggir jalan hanya sekedar untuk beristirahat malah diusir satpam penjaga gedung. Mau ke mall nanggung karena sama saja hasilnya.

Memang kita bisa beristirahat di warung kakilima di pinggir jalansambil minum segelas teh botol. Namun bagaimana jika ingn membuka bekal kita, apakah bisa numpang makan di warung makan. Saya rasa tidak boleh, kecuali kita membeli sesuatu disitu.

Padahal kita disarankan berhemat. Tapi zaman memang sudah berubah. Kita sekarang dipaksa untuk konsumtif. Dipaksa untuk selalu membeli sesuatu, bahkan hanya segelas air putih. Padahal jika bisa kita kurangi budaya konsumtif ini maka akan sedikit sampah yang kita buang. Sedikit biaya yang kita keluarkan dan semakin berguna rupiah yang kita punya.

Karena itu kita membutuhkan tempat untuk berteduh dan juga bangku untuk sekedar duduk. Apapun model dan bentuknya. Tidak perlu bagus dan mewah. Karena ketika capai dan lelah itu tiba para pejalan kaki perlu beristirahat dan sekedar duduk untuk memijat kakinya yang lelah. Jangan suruh mereka ke mall atau warung. Yang mereka perlukan hanya berhenti sebentar. Untuk mengambil nafas dan untuk menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya dalam meneruskan hidup di kota yang sesak dan selalu terburu-buru ini.

Bangku dan tempat berteduh yang ada saat ini hanya halte bus. Itu pun bangkunya sudah semakin irit. Malah di depan Istana Negara tidak ada bangkunya sama sekali. Kita perlu lebih dari itu.

Saat ini, semenjak Monas diberi pagar, Jakarta menjadi sangat kejam. Tidak ada lagi tempat para pekerja beristirahat di siang hari. Hanya mesjid dan mushola yang selalu membukakan pintu untuk para pekerja beristirahat.

Selasa, 29 November 2011

Lomba The +Project



Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi. Hampir setiap hari terjadi perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mencari pekerjaan, mendapatkan pendidikan yang baik, dan berharap akan mendapatkan hidup yang lebih layak. Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai tantangan bagi kota-kota di Indonesia untuk memberikan ruang publik yang aman, indah, memiliki efisiensi energi sekaligus menjadi kebanggaan warganya.

Ceritakan ide Anda untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya aman, nyaman, tapi juga ramah lingkungan.

Caranya : Bayangkan kota yang nyaman dan aman yang ideal, yang kita dambakan untuk dihuni. Tersedianya fasilitas umum yang memadai, termasuk penerangan kota yang cukup merupakan salah satu hal yang membuat sebuah kota menjadi layak huni.

Dan kemudian menangkan berbagai hadiah, serta raih kesempatan untuk menjadi bagian dari tim Philips untuk mewujudkannya ide anda menjadi kenyataan!

Buka saja http://www.philips.co.id/ The ‘+’ Project by Philips akan mengajak Anda untuk ikut menyumbang ide dalam menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi kota.

Lomba ini dibagi dalam 3 tema besar, yaitu:
1. memperbaiki tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam meningkatkan
standar hidup dan kelayakan hidup kota (Kota Layak Huni),

2. mendorong masyarakat untuk menerapkan pola makan dan hidup sehat (Hidup Sehat),

3. mengurangi hambatan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas (Akses terhadap Layanan Kesehatan).

Ketiga tema besar tersebut diangkat oleh Royal Philips Electronics untuk meluncurkan The + Project. Menurut Robert Fletcher, Presiden Direktur PT Philips Indonesia, program ini merupakan kolaborasi antara pihak swasta dengan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kesehatan.

Kompetisi ini berlangsung mulai 28 November 2011 - 31 Januari 2012. Nantinya akan dipilih 3 pemenang dengan ide terbaik. "Kami akan mewujudkan ide para pemenang tersebut dalam proyek realisasi dengan biaya sampai dengan 5.000 US Amerika," kata Fletcher.

Senin, 28 November 2011

Jaya dan Wijaya : Penjaga Gerbang Istana dan gedung juga timur Indonesia



Pernah lihat patung yang berdiri seram di depan sebuah gedung? Tahukah namanya?

Patung Dua penjaga itu adalah Raksasa Dwarapala.Mereka adalah penjaga gerbang setia di Vaikuntha, Istana Wisnu. Biasanya patung ini dijumpai juga di depan istana dalam Gunungan wayang, Dua raksasa itu bernama Jaya dan Wijaya yang juga diabadikan sebagai nama pegunungan di Papua sebagai pintu gerbang Indonesia dari sebelah timur.



Dikisahkan Wisnu ingin suasana tak terganggu saat berdua dengan istrinya Lakshmi. Jaya dan Wijaya diinstruksikan untuk tidak mengizinkan semua pengunjung masuk. Empat tamu telah mempunyai janji untuk bertemu dengan Wisnu, akan tetapi Jaya dan Wijaya menolak mereka masuk ke dalam istana. Ke empat tamu tersebut marah dan memberi kutukan bahwa ke dua raksasa penjaga tersebut akan turun di dunia dan lahir dua belas kali sebagai musuh Wisnu.

Setelah selesai kejadian, Wisnu datang dan mengatakan bahwa mereka cukup lahir tiga kali sebagai musuh Wisnu dan akan kembali lagi bersama Wisnu. Jalan yang biasa ditempuh manusia untuk Jumbuh Kawula Gusti, bertemu dengan Gusti adalah dengan jalan berbuat kebaikan, dharma. Jalan Jaya dan Wijaya adalah jalan pintas tercepat, setiap saat dalam kehidupannya di dunia mereka hanya berpikir tentang musuhnya yaitu Wisnu, tak ada waktu senggangpun tanpa berpikir tentang Wisnu musuhnya.

Jaya dan Wijaya pertama kali lahir sebagai saudara kembar iblis, Hiranyaksha dan Hiranyakashipu yang dibunuh oleh Prahlada sebagai titisan Wisnu. Jaya dan Wijaya kemudian mengambil kelahiran kedua sebagai Rahwana dan Kumbhakarna, yang terbunuh oleh Sri Rama sebagai titisan Wisnu juga. Akhirnya, Jaya dan Wijaya lahir sebagai Shishupal dan Dantavakra dan dibunuh oleh Wisnu yang menitis sebagai Sri Krishna.

Bagaimana nasib mereka kini? Zaman boleh berganti. Dulu menjaga istana Wisnu dan saat ini kedua raksasa itu terpaksa turun pangkat. Karena Wisnunya sudah mati, Mereka sekarang menjadi satpam di rumah-rumah dan gedung para pejabat kita.

Sabtu, 26 November 2011

Sila Pancasila



Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Persatuan Indonesia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keputusan dalam sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 menetapkan Undang-Undang Dasar bagi Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Undang-Undang Dasar tersebut ialah UUD 1945. Dalam pembukaan UUD tersebut kita temukan dasar Negara “Pancasila”. Oleh karena itu, secara yuridis pancasila sah menjadi Dasar Negara Republik Indonesia.

Akibat hukum dari disahkannya pancasila sebagai dasar Negara, maka seluruh kehidupan bernegara dan bermasyarakat haruslah didasari oleh Pancasila. Landasan hukum Pancasila sebagai dasar Negara dapat memebri akibat hukum dan filosofis; yakni kehidupan bernegara bangsa ini haruslah berpedoman pada pancasila.

Namun mewujudkan itu berat sekali ternyata. Sila pertama banyak dilanggar.. ahmadiah dihancurkan, di beberapa daerah fanatisme agama mulai membakar. Sila kedua dirumah sakit daerah dan swasta masih ada yg ditelantarkan jika tidak membawa uang muka. sila ketiga lebih merana..bibit bibit permusuhan dipelihara dan disimpan dalam sekam. Sila kempat TAMBAH PUSING.. dpr dan pilkada ga jelas arahnya. Sila ke lima dalam perjalanan walau terseok-seok. Papua poso dan apalagi.. Namun mudah mudahan dapat diwujudkan semua sila itu dengan banyaknya orang kaya yang terus tumbuh. Dengan rasa dan hati juga aturan dan balasan yang jelas dan setimpal.

Tapi nggak papa. Jangan lihat sekarang.. tapi nanti. Semua perlu proses.
optimis perlu selalu ditiupkan.

Kamis, 24 November 2011

pandangan hidup orang sunda



Pandangan hidup orang sunda pada dasarnya dilandasi oleh sikap “silih asih, silih asah, dan silih asuh”, artinya saling mengasihi, saling mengasah atau mengajari, dan saling mengasuh sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang diwarnai keakraban,kerukunan, kedamaian, ketentraman, dan kekeluargaan.

Seperti tampak pada data ungkapan sehari-hari mereka berikut ini:

1. Kawas gula jeung peueut
‘seperti gula dengan nira yang matang’
artinya : hidup rukun sayang menyayangi, tidak pernah berselisih.

2. Ulah kawas seuneu jeung injuk
‘jangan seperti api dengan ijuk’
Artinya: jangan mudah berselisih.agar pandai mengendalikan napsu-napsu
negatif yang merusak hubungan dengan orang lain.

3. Ulah nyieun pucuk ti girang
‘jangan merusak tunas dari hulu’
Artinya: jangan mencari bibit permusuhan

4. Ulah neundeun piheuleut ulah nunda picela
‘jangan menyimpan jarak jangan menyimpan cela’
Artinya: jangan mengajak orang lain untuk melakukan kejelekan dan
permusuhan.

5. Bisi aya ti geusan mandi
‘kalau-kalau ada dari tempat mandi’
Artinya: segala sesuatu harus dipertimbangkan agar pihak lain tidak
tersinggung.

6. Henteu asa jeung jiga
‘tidak merasa sangsi dan ragu’
Artinya: sudah merasa seperti saudara, bersahabat

7. Yén ana perkara ajang dhéng buka (Jawa-Cirebon)
‘jika ada perkara jangan dibuka’
Artinya: jika kita mengetahui sesuatu kejelekan orang lain, hal itu Janganlah
disebarluaskan.


8. Ulah rubuh-rubuh gedang
‘jangan rebah seperti pepaya’
Artinya: janganlah mengerjakan pekerjaan tanpa mengetahui apa maksud dan
tujuannya, hanya karena orang lain melakukannya.

9. Ngadeudeul ku congo rambut
‘memberi bantuan dengan ujung rambut’
Artinya: memberi sumbangan atau bantuan kecil, tetapi disertai
kerelaan atau dengan ikhlas hati.

10. Pondok jodo panjang baraya
‘pendek jodoh panjang persaudaraan’
Artinya: meskipun sebagai suami istri sudah berpisah, hendaknya
persaudaraan tetap dilanjutkan/dipertahankan.


Masyarakat Sunda sering menghindari hal-hal perselisihan, menghindari
menghasut dan melibatkan orang lain ke dalam perselisihan, sebagaimana tampak
dalam ungkapan Nomor 2,3, dan 10. Selain itu, ada juga ungkapan sebagaimana
berikut ini.
11. Ulah marebutkeun balung tanpa eusi
‘jangan memperebutkan tulang tanpa isi’
Artinya: jangan memperebutkan perkara yang tidak ada gunanya’

12. Ulah ngadu-ngadu raja wisuna
‘jangan membangkitkan amarah’
Artinya: jangan membangkitkan bibit kemarahan antara dua orang agar pecah
persahabatannya/berpisah bersahabat.


Hidup rukun dan damai akan tercapai apabila dalam kehidupan bermasyarakat
kita saling sayang-menyayangi, saling hormat-menghormati, dan tidak memancing
keresahan dan kemarahan orang lain, seperti tampak pada ungkapan nomor 3 dan 7 di
samping ungkapan berikut ini:
13. Ulah ngaliarkeun taleus ateul
‘jangan menyebarkan talas gatal’
Artinya: jangan menyebarkan perkara yang dapat menimbulkan
keburukan/keresahan.

Selain itu, di dalam proses interaksi sosial antara individu yang satu dengan
individu lainnya, dalam masyarakat Sunda tidak boleh menyinggung perasaan orang
lain yang akan mengakibatkan perpecahan di antara anggota masyarakat itu sendiri.
Seperti terungkap dalam data nomor 5 dan ungkapan berikut ini.
14. Ulah nyolok mata buncelik
‘jangan mencolok mata yang melotot’
Artinya: jangan berbuat sesuatu di hadapan orang lain, dengan
maksud mempermalukan orang lain.

15. Ulah biwir nyiru rombéngeun
‘bibir jangan seperti niru yang rusak dan sobek-sobek’
Artinya: janganlah membicarakan sesuatu yang tidak pantas
terdengar oleh orang lain, senantiasa mengendalikan diri dalam
bertutur kata.

Sesuai dengan sosial solidaritas, bahwa dalam berkehidupan bermasyarakat
kita tidak boleh mementingkan diri sendiri tetapi harus mendahulukan kepentingan
masyarakat dan keputusan pribadi yang tidak menguntungkan, sesuai dengan sikap
yang dikehendaki oleh masyarakat Sunda yang tidak boleh mementingkan diri sendiri,
sebagaimana tampak dalam ungkapan berikut ini:
16. Buruk-buruk papan jati
‘betapa pun lapuknya kayu jati itu kuat’
Artinya: betapapun besar kesalahan saudara atau sahabat, mereka
tetap saudara kita, orang tua tentu dapat mengampuninya.

17. Kaciwit daging kabawa tulang
‘tercubit kulit dagingpun terbawa’
Artinya: ikut tercemar karena perbuatan salah seorang sanak keluarga

18. Ulah mapay ka puhu leungeun
‘jangan menyusur ke pangkal lengan’
Artinya: janganlah kesalahan anak membawa buruk kepada orang tuanya.


Manusia di muka bumi ini sesuai dengan ajaran agama diwajibkan saling
hormat-menghormati, dan saling harga menghargai dengan sesama manusia, sesuai
pula dengan sila Pancasila. Dalam masyarakat Sunda pun hal itu tercermin pada
ungkapan berikut ini:
19. Wong asih ora kurang pangalé, wong sengit ora kurang panyacad
‘orang pengasih tidak kurang pujian, orang yang jelek (pemarah) tidak
kekurangan celaan’
Artinya: orang yang pengasih kepada yang lain akan disenangi, dan orang
yang bengis akan dibenci.

20. Ana deleng dén deleng, anu rungu dén rungu
‘ada penglihatan dilihat, ada pendengaran didengar’
Artinya: jika ada sesuatu lihatlah atau dengarlah dengan patuh, tetapi
janganlah dilihat atau didengar dengan tujuan jelek.

Minggu, 20 November 2011

Peta Bahasa Indonesia di Dunia



Mantaff.. Zaman sekarang semua bisa diukur. Bahkan penggunaan bahasa bisa dihitung. Itulah yang dilakukan oleh Eric Fischer pada twitter.com.

Siapa sangka bahasa indonesia bisa menjadi nomor 3 bahasa yang dipakai di dunia. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengguna Twitter terbesar di dunia. jadi rasanya wajar saja jika penggunaan Bahasa Indonesia di situs itu sangat banyak.

Sebuah analisis dilakukan oleh beberapa peneliti di AS dengan memanfaatkan piranti lunak Compact Language Detector (CLD) yang dibenamkan Google pada setiap browser Chrome mereka. CLD bersifat Open Source dan telah diekstrak oleh Mike McCandless sehingga bisa digunakan oleh banyak orang. Adalah Eric Fischer yang menerapkan piranti lunak itu pada Twitter dan, melalui pengolahan lanjutan, menghasilkan sebuah peta yang menarik untuk dilihat.


Pada peta tersebut, bisa terlihat gambaran kasar sebaran pengguna Twitter di Indonesia. Jawa terlihat paling jelas, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi cukup tampak meski tak utuh. Sedangkan Papua agaknya memiliki pengguna Twitter paling sedikit karena nyaris tak terlihat.

Dari hasil analisa tersebut, berikut adalah 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di Twitter:

1. Inggris
2. Portugis
3. Indonesia
4. Spanyol
5. Malaysia
6. Jepang
7. Belanda
8. Korea
9. Filipina
10.Russia

Sabtu, 19 November 2011

Nonton film : APOLLO 18


Pada tanggal 17 Desember 1972, NASA meluncurkan misi Apollo 17, yang dikatakan sebagai misi terakhir ke bulan. Namun secara rahasia, pada bulan Desember tahun 1973, NASA kembali mengirimkan dua astronotnya ke bulan, dalam sebuah misi rahasia yang dinamakan Apollo 18.

APOLLO 18 adalah misi rahasia NASA (National Aeronautics and Space Administration. Misi ini tidak pernah diakui pernah ada dan dilaksanakan. Karena itu tokoh-tokoh dalam misi ini tidak pernah diketahui keberadaannya sekarang. Tubuh mereka hilang dan tidak pernah ditemukan.

Jika penasaran bagaimana para astronot itu hilang? silakan tonton film ini.



Jangan membayangkan film ini seperti Transformer atau film keluarga. Karena film ini dibuat dari kumpulan video-video rahasia NASA yang disusun menjadi satu rangkaian cerita utuh.

Kamis, 17 November 2011

Kamar mandi orang bugis



Bagi orang bugis di sulawesi selatan umumnya mandi adalah kebutuhan sehari-hari. Apalagi cuaca disana panas dan lembab. Jika hari panas dan debu plus keringat lengket terasa dikulit. Sehari mereka rata-rata mandi 2 kali sehari.

Umumnya masyarakat di Sulawesi Selatan ini sudah membuat kamar untuk MANDI CUCI KAKUS di dalam rumah. Namun jika kita sedikit masuk ke pedalaman, atau agak keluar dari kota-kota besarnya maka jangan heran jika menjumpai toilet atau kamar mandi yang terletak di halaman depan rumahnya. Biasanya lengkap dengan sumur timba. Kenapa bisa begitu? Karena umumnya rumah-rumah mereka berbentuk panggung sehingga kamar mandi harus ada diluar rumah. Sehingga menurut mereka perlu biaya besar untuk membuat kamar mandi di dalam rumah mereka.

Bagaimana mandinya? Bayangkan saja mandi dengan mengenakan celana dalam bagi laki-laki. Dan jika anda wanita.. Umumnya wanita bugis mandi menggunakan sarung. Kenapa? Karena mereka mandi di kamar mandi tanpa bilik atau pembatas. Tanpa dinding dan mudah terlihat oleh orang-orang. Yang lebih unik lagi umumnya kamar mandi ini terletak di depan rumah mereka. Di halaman depan. Kebayang bagaimana serunya acara mandi.

Namun jangan aneh-aneh. Biasa saja, karena ini sudah menjadi kebiasaan mereka.
Namun jika anda terpaksa mandi seperti ini dan masih sedikit malu maka sebaiknya mandi mejelang isya. Karena keadaan sudah gelap dan orang yang lalu lalang sudah sedikit.




Apapun itu nikmatilah..

Lain lagi jika anda mau buang air besar. Toiletnya tanpa dinding. Hanya ada jongkokan. Jadi terpaksa harus sarungan jika mau buang itu hajat.

Jadi jangan kaget jika anda sedang jalan-jalan melihat orang lagi jongkok di depan rumahnya.

Selasa, 15 November 2011

ufo diatas pulau kalimantan

Kita sering membayangkan bahwa ada mahluk lain selain manusia dimuka bumi ini. Namun kita tidak pernah menyangka betapa dekatnya mereka sebetulnya.

UFO atau unidentification flying objek atau benda terbang tidak dikenal atau piring terbang istilah cepatnya ternyata banyak beterbangan di sekitar kita.

Foto ini diambil awal bulan Juni 2011dari dalam pesawat terbang komersial , ketika terbang diatas laut jawa dari Banjarmasin menuju Jakarta.

Foto pertama nampak angkasa yang bersih dan cerah.. Nampak muncul cahaya pertama..

Foto kedua ketika tiba-tiba muncul 3 cahaya bulat entah dari mana..
PERHATIKAN dipojok sebelah kanan bawah.. tampak awan yang bercahaya. Apakah itu kapal induk mereka..?



Foto ketiga ketika salah satu dari ufo turun kebawah.. Sepertinya menuju kapal induk itu..

Foto keempat ketika salah satunya menghilang dan tinggal tersisa satu di angkasa..

Siapakah mereka?
Apakah mereka?
Entahlah.. Hanya Tuhan yang tahu.

Sabtu, 12 November 2011

Asal usul sunda

65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi banyak mendiami daerah bagian barat yang bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, dan Depok. Sementara itu Orang Tionghoa banyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat.

Hampir semua orang Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak
beragama Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi juga ada
yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha.Selatan. Praktek-praktek sinkretisme dan mistik masih dilakukan. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda ditujukan untuk memelihara keseimbangan alam semesta.


Pada masa nirleka (prasejarah) masyarakat Sunda begitu menjunjung tinggi (roh) para leluhur dan ajaran-ajarannya. Kepercayaan terhadap nenek moyang ini senantiasa dipelihara oleh mereka hingga berabad-abad kemudian setelah agama Hindu-Buddha dan Islam masuk ke wilayah mereka. Jadi, walaupun pengaruh agama lain kuat terhadap kehidupan, masyarakat Sunda kuno tetap memegang teguh kepercayaan terhadap (ajaran) nenek-moyang. Naskah-naskah kuno begitu sering menyebutkan adanya kabuyutan, yakni tempat sakral yang diperuntukkan bagi kaum brahmana atau resi atau bagawat yang bertugas memelihara ajaran agama dan tempat suci itu sendiri. Kabuyutan juga merupakan tempat di mana para pujangga (kauam intelektual) menulis kitab-kitab tentang agama. Prasasti Gegerhanjuang (1111 M) di Singaparna (Tasikmalaya), misalnya, menyebutkan adanya panyusukan atau penyaluran air sehubungan dengan pembangunan Kabuyutan Linggawangi di tempat bersangkutan.

Upaya raja-raja Sunda dalam membuat kabuyutan juga banyak diabadikan dalam naskah-naskah, salah satunya Amanat Galunggung (dikenal juga sebagai Kropak 632 atau Naskah Ciburuy). Di dalamnya diberitakan bahwa Prabu Dharmasiksa berpesan terhadap anak-cucunya agar memegang teguh ajaran agama dan menjaga Kabuyutan Galunggung. Diperingatkannya bahwa kabuyutan tersebut jangan jatuh ke tangan orang non-Sunda, dan orang yang memelihara kabuyutan tersebut akan memeroleh kesaktian, unggul dalam perang, hidup akan lama, keturunannya akan bahagia. Jelas, bahwa bagi raja-raja Sunda, fungsi kabuyutan sebagai kekuatan magis dinilai sangat penting, lebih penting dari, misalnya, lamanya sang raja memerintah. Dalam pandangan orang Sunda Kuno, kedudukan kabuyutan sejajar dengan nilai kemenangan dalam perang. Pada masa Sri Baduga, pemeliharaan terhadap kabuyutan ini tetap dilaksanakan. Ia menyatakan, kabuyutan di Sunda Sembawa dan Gunung Samaya dijadikan sebagai “desa perdikan”, yaitu desa yang dibebaskan dari pajak. Kabuyutan ini dibebaspajakkan karena jasa-jasanya terhadap negara dalam memelihari ajaran leluhur dan juga perintah raja.

Naskah Amanat Galunggung juga memuat ajaran agar senantiasa melaksanakan perintah nenek moyang (juga orangtua) serta menjaga apa-apa yang telah diperbuat oleh leluhur yang telah almarhum (suwargi).

“Tetaplah mengikuti orangtua, melaksanakan ajaran yang membuat parit di Galunggung, agar unggul perang, serba tumbuh tanam-tanaman, lama berjaya. Sungguh-sungguhlah mengikuti patikrama warisan dari para almarhum.”

Nama KERAJAAN SUNDA berawal ketika Sri Baginda Maha Raja Lingga Warman Kusuma Yudha sebagai Raja terakhir (ke. 12) Kerajaan Jagat Pati Tarum Nagara yang berkedudukan di Keraton Bima (sekarang Obyek Wisata Kolam Linggajati) ..mengalami kemunduran / masa suram. Dan akhirnya menyerahkan Tahta Kerajaannya kepada menantunya yang bernama Sri Maha Prabu Tarusbawa / Sang Tohaan, yang kemudian mengganti nama Kerajaannya menjadi KERAJAAN SUNDA, Thn. 591 SM, yang berkedudukan di Ds. Sembawa Peusing Kec. Jalaksana Kuningan.

Tarus bawa adalah suami dari Putri Mahkota Prabu Lingga Warman yang bernama Ratu Widari Mayang Kencana.

Ratu Dewi Mayang Kencana mem punyai adik kandung yang bernama Ratu Dewi Sobakancana, yang kemudian dijadi kan Permesuri oleh Sri Haji Depuhyantang Jayanase yang kemudian beliau mendi rikan Kerajaan besar di Swarnabhumi /Sumatera yang bernama Kerajaan SRIWIJAYA.

Sri Maha Prabu Tarusbawa Sang Tohaan mempunyai dua orang anak. Putra pertama bernama Raden Sunda Sembawa sebagai Putra Mahkota dan yang ke dua bernama Ratu Dewi Mayang Sari. Raden Sunda Sembawa mempu nyai putri bernama Ratu Teja Kencana/Sekar Kencana yang kemudian dijadikan Permaisuri oleh Raden Sanjaya Haris Dharma Yudha (Cucu Sang Mandiminyak Raja Galuh Medang Kamuliaan Kuningan).

Sementara Putra kedua yang bernama Ratu Dewi Mayang Sari menikah dg Raden Wangsa Nagara (sebagai Patih Kerajaan Sunda) mempunyai putra yang bernama Raden Anggada. Raden Sanjaya dari pernikahannya dg Ratu Sekar Kencana/ Teja Kencana dikaruniai satu orang putra yang diberi nama Prabu Anom Raden Barmawijaya/ Raden Tamperan/Sang Dago Jawa.

Selanjut nya seiring perjalanan waktu pada akhirnya Beliau Raden Sanjaya dinobatkan sebagai RAJA SUNDA, Thn. 645 SM dan diberikan Gelar MAHA RAJA HARIS DHARMA BHIMA PRAKARMA PRABU MAHESWARA SARWA JAYASATRU YUD HA PURNA JAYA....
Keratonnya berkedudukan di KERATON BIMA ( sekarang Obyek Wisata Kolam Linggajati).

Senin, 07 November 2011

Kalimantan Painting expo di Galeri Nasional

Kemarin. 23 Oktober s/d 6 November 2011 bertajuk 'Neo Borneo Exocito' atau 'Kalimantan Painting Expo' yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta para seniman asal Kalimantan menggelar karya-karyanya dalam media kanvas.

'Neo Borneo Exotico' atau 'Kalimantan Painting Expo' memberikan pesan tentang wajah, ekspresi, dan kondisi Kalimantan di era saat ini. Melalui balutan seni rupa Kalimantan memperlihatkan sosok eksotik tingginya nilai budaya nan agung. Bahasa gambar para perupa ini juga menyuarakan bahasa yang jujur , apa yang mereka rasa, lihat dan didengar tentang Kalimantan.

Adapun seniman yang ikut memeriahkan pameran
KalBar: Ali FS, Chreyst, M.Ridho Halim, Mamen, U'us Lukis, Yohanes Palaunsoeka
KalTeng: Donny Paul, P. Lampang S Tandang, Tria S Trang, Umar Sidik
KalTim: Akbar ABu, Bob Borneo, Iman Suyuti, Sairi Lumut, Surya Darma, Timbul Cahyono
KalSel: Diah Yulianti, H.Rizal Noor, Hajriansyah, M Husni Thambrin, Nanang M Yus, Sujatmika, Sulistiyono, Misbach Thamrin

Ini beberapa karya yang dipamerkan..


Kamis, 03 November 2011

Film seri: Game of Thrones



Hati hati jika ingin nonton film seri ini. Game of Thrones adalah film yang penuh adegan 17 tahun keatas. Kepala putus, wanita telanjang dan incest yang tidak cocok buat anak-anak. Hampir di setiap episodenya tersaji hal ini. Namun demikian ceritanya sangat mempesona. Tegang dan penuh intrik. membuat kita mawas diri dan lebih hati-hati dalam berteman. Gelap dan dingin adalah kesan yang pertama kita dapatkan ketika melihat film ini.

Film fantasi ini mengisahkan Tujuh Kerajaan di Westeros, suatu daerah di ujung dunia di mana hanya ada masa musim panas dan musim dingin yang panjang, sehingga setiap orang harus mampu dan dapat bertahan hidup. Kronik game of thrones berisi tentang perjuangan membela keluarga, dinasti dan tahta raja, tentang siapa yang berhak duduk dan mengendalikan Takhta Besi. Motonya adalah "winter is coming". Sehingga semua orang harus mempersiapkan diri dengan hal-hal yg diluar dugaan.

Selain masalah intrik kerajaan juga ada nightwalkers, suatu ancaman tambahan dari mahluk lain penghuni salju dan es yang menutupi wilayah utara Westeros dan Juga ancaman dari benua timur di laut sempit tempat bangsa lain berada.

Penasaran? tonton saja..tapi jangan ajak anak anda nonton film ini.

Rabu, 02 November 2011

Dari Jembatan Barito



Mengunjungi Jembatan Barito di Kalimantan Selatan rasanya tidak ada yang istimewa.
Sunyi ketika hari kerja, dan ramai ketika sabtu minggu. Dengan kondisi bangunan penunjang pariwisata yang sedikit terbengkalai, hal ini dapat dilihat dari bangunan-bangunan yang berada di bagian bawah jembatan ini yang terlihat kosong seperti tidak ada penghuninya.

Jangan membayangkan tempat yang menyenangkan untuk melepas lelah. Namun cukuplah jika hanya untuk melihat kebesaran ciptaan Tuhan. Dan melihat usaha manusia dalam hidup dan mencoba membuat surga di bumi.



Jembatan ini panjangnya 1082 meter dan lebar 10 meter, berdiri diatas Sungai Barito dan menghubungkan jalan Trans Kalimantan, terletak di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Tepatnya 30 menit dari kota Banjarmasin, dekat memang.


Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakumpai, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).

Jembatan ini diresmikan pada tahun 1997 oleh Presiden Soeharto.

Senin, 31 Oktober 2011

Melihat komunitas jadul

Di Indonesia Komunitas adalah penyambung hidup pribadi. Tanpa komunitas orang indonesia bisa-bisa stress. Tidak ada teman berbagi dan akan merasa terasingkan. Karena itu kita bisa menjumpai banyak komunitas di negara ini. Salah satunya adalah komunitas jadoel. Yaitu tempat orang-orang yang terjebak masa lalu. Tidak masalah kok, life goes on. Dan kalo mau Jalani hidup ya.. harus hidup.


Komunitas ini sering mengadakan even Bazar di Gallery The Roemah 7A
Jl Lebakbulus I No 7A, Jakarta Selatan ( Setelah RS Fatmawati sebelah kanan dari arah Citos)

Mottonya adalah: Melihat Indonesia tempo dulu dalam bingkai masa kini



Koleksinya meliputi :
Komik-komik Indonesia/impor tempo doeloe, perabotan antik, poster-poster iklan, kaset, PH, tin toys, weker-weker, jam dinding, jam tangan, kamera/cinema antik, Onthel, sepeda motor antik, mobil antik, mebel, rokok-rokok kampung ,
fashion tempo doeloe, perangko, uang lama, kalender antik, atari-sega-nintendo-gamewatch dsb.




Tiket masuk biasanya Gratisssss!!!

atau kontek ke : Daniel(08164847028), Chandra (021-98729927), Eko Mediarto (0811942428),Ferry M(0813 2411 0111)
email : komunitas_djadoel@yahoogroups.com
Facebook : Komunitas Djadoel Djakarta

Sabtu, 29 Oktober 2011

pameran bayang di galeri nasional indonesia (foto)






Dalam pameran kali ini dipamerkan karya karya alumni ITB yang cukup menyentuh jiwakita. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 27 Juli-7 Agustus 2011 lalu.

Pameran Bayang “Perspektif Seni Rupa Kontemporer Islam” mempersembahkan karya-karya bernuansa islam dengan rasa Indonesia. Dari mulai lukisan sampai patung. kesemuanya terangkum sangat menyentuh di galeri nasional Indonesia.

Sayang untuk dilewatkan. Sayang untuk dibuang percuma. karena itu foto ini di abadikan di sini. Untuk bisa dinikmati kita semua.

Kurator: Rizki A Zaelani & Rikrik K

Balasan Tuhan cepat dan pedih



Pagi itu.. saat pergi mengisi pulsa di warung. Ada seorang pengamen tua. Modalnya hanya kecrekan dari tutup botol bekas. wajahnya saya lupa, karena saya tidak memandanganya. Baru beberapa baris lagu, entah apa lagunya dia sudah menadahkan tangan, saya bilang tidak pak terima kasih. Namun dia tetap menunggu saya yang kebetulan memegang uang sisa beli pulsa, Rp 2000 rupiah. Saya tetap bilang maaf pak. Karena kebetulan hanya uang itu yang tersisa dalam genggaman plus sekeping logam limaratusan di saku celana.

Namun pengamen tua itu tetap menunggu saya untuk memberinya. Saya mengulangi lagi ucapan saya. Maaf pak.

Dan pengamen itu pun pergi.
Sepeninggalannya saya termenung. Harusnya saya tadi berikan sisa uang ini. Mungkin itu jatah dia. tapi .. akh sudahlah..

Siangnya saya kembali isi pulsa. Maklum nomor hpnya ada dua. Selain itu tadi beli pulsanya recehan, karena kebetulan disaku celana sedang nanggung isinya. Setelah mengetikan nomor hp saya di hp penjual pulsa, saya pergi. Yakin nomor hp sudah terisi, karena terdengar sms masuk. Biasanya konfirmasi bahwa pulsa sudah masuk. Jadi tidak saya periksa.

Satu jam kemudian, setelah jauh.. bermaksud menelpon. Tapi.. kok tidak bisa nelpon. Pas di cek pulsanya tidak masuk. Aneh. padahal tadi benar nulis angkanya. Jadi yang bunyi sms konfirmasi tadi apa ya. pulsa hp saya tetap nol. Nanti akan saya cek ke penjual pulsa tadi pikir saya.

Motor saya nyalakan. dan siapa sangka prit.. polisi menyuruh saya berhenti. Ada apa pak?
Biasa razia gabungan. Surat suratnya.. Pinta dia.
Saya serahkan semua surat-surat. Lengkap. Lampu nyala. Apalagi yang kurang. Pikir saya.
Anda tahu tidak dilarang menelpon dalam berkendara.
Loh.. saya tidak menelpon saat nyetir pak.
Itu apa di tangan. Kata dia sambil menunjuk hp yang masih dalam genggaman tangan kiri saya.
Astaga..
Saya tidak sedang menelpon pak.
Tapi hp di tangan anda itu buktinya. ada undang-undangnya menyetir kendaraan sambil menelpon itu dilarang. bla-- bla.. bla.. Ayo di tilang ya..
Maaf pak damai saja..
Oke saya bantu.. punya berapa.
Saya buka dompet. saya keluarkan semua isinya. Segini pak.
Oke.. pergi sana. lalu dia pergi sambil mengambil uang yang saya punya saat itu.
Saya cuma bengong..

Sorenya.. mau beli pulsa lagi. Kebetulan ada teman bayar hutang, jadi punya uang lagi. Kali ini sangat hati-hati menulis nomornya. Dan sms konfirmasi diterima. dicek semuanya beres. Pulsa masuk dan hati tenang. Everything is ok pikir saya.

Tetapi.. setelah beberapa langkah beranjak dari konter pulsa dan cek dompet disaku, uangnya kok hilang selembar. Seratus rebu rupiah. Cek sana, cek sini. tanya ke konter dan mencari ke halaman sekitarnya. akhirnya menyerah..

Tuhan.. Maafkan aku. Balasan Mu benar-benar cepat dan pedih. Ini benar-benar teguran dari Mu. Tiga kali sial. Benar-benar pedih.

Kamis, 27 Oktober 2011

Foto : Komunitas Ontel Cibinong






Komunitas Ontel Cibinong berdiri pada 1 Januari 2011 di Cibinong. Dengan anggota yang awal hanya terdiri dari empat orang yaitu Jimmy, Bambang, Bodong dan Eko. Kini, Konci sudah memiliki 40 anggota yang tersebar di wilayah Cibinong. Ritual mingguan yang selalu dilakukan oleh Konci, yaitu kegiatan bersepeda dan kumpul di setiap hari minggu pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, di depan Kodim 0621, Pemda Cibinong. Ritual tersebut mereka bernama “Kriing!! Kriing!! Gowes..! Gowes..!”.