Showing posts with label Madiun. Show all posts
Showing posts with label Madiun. Show all posts

Friday, 9 September 2011

Madiun dalam foto

Madiun punya semboyan kota gadis, Kota Gadis ini maksudnya bukan gadis sembarang gadis tetapi merupakan pelaksanaan visi Kota Madiun, yaitu tekad Kota Madiun mewujudkan Kota Madiun sebagai Kota Perdagangan, Pendidikan dan Pariwisata.
 

Tidak banyak hal bisa dijumpai saat ini, apalagi jika ke kota ini siang hari. Sepi. Mungkin karena cuaca yang panas menyebabkan kota ini hanya ramai di malam hari.

Ini beberapa foto di sudut sudut madiun..
Neon sign di setasiun Madiun

Pabrik Gula Rejo Agung  didirikan pada th. 1894


Semangka, buah yang lumayan banyak di kota Madiun


Stadion Willis Madiun. jl. Mastrip Madiun

Pohon mangga Gadung/Arumanis dan Manalagi 
akan dijumpai hampir disetiap rumah penduduk.


Maskot kota Madiun
Jeruk Nambangan
(Citrus maxima kultivar nambangan)
atau Jeruk Pamelo.

Tuesday, 30 August 2011

Tumpengan di lebaran Madiun



Adat dan tradisi di indonesia memang beragam. Contohnya di kota madiun ini.

Seperti Lebaran di kota dan wilayah lain di Indonesia yg ada takbir keliling dan shalat id berjamaah. Yg beda adalah setelah shalat id.


Di desa desa pelosok Madiun ada tradisi kondangan saat hari raya. Yaitu makan bersama di halaman mesjid kampung. Apa yg dimakan? Cuma nasi kuning komplit lauk pauk yg disajikan dan dibaWa dari rumah masing masing. Tidak harus nasi kuning, nasi ketan juga boleh. Intinya bawa makanan buat sarapan dlm nampan besar. dikumpulkan di halaman mesjid. Setelah ustad mesjid beri petatah petitih baru makanan boleh dimakan.


so.. mari makan.

Wednesday, 3 August 2011

Kelurahan & Kodepos Di Kota Madiun


Menurut situs : http://www.depdagri.go.id
Arti lambang kota Madiun, berdasakan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun Nomor 4 Tahun 1970, adalah:


Daerah Kota Madiun adalah Pemerintah Daerah yang demokratis dengan penuh kesetiaan, keberanian dan kesucian, sebagai pelindung rakyat, mengabdi dan berjuang atas dasar jiwa proklamasi 17 Agustus 1945 menuju terciptanya masyarakat adil makmur dan sejahtera Pancasila.

KOTA MADIUN meliputi sebagai berikut:

1. Kecamatan Kartoharjo
:
- Kelurahan/Desa Rejomulyo (Kodepos : 63111)
- Kelurahan/Desa Kelun (Kodepos : 63112)
- Kelurahan/Desa Tawangrejo (Kodepos : 63113)
- Kelurahan/Desa Kartoharjo (Kodepos : 63117)
- Kelurahan/Desa Klegen (Kodepos : 63117)
- Kelurahan/Desa Kanigoro (Kodepos : 63118)
- Kelurahan/Desa Oro Oro Ombo (Kodepos : 63119)
- Kelurahan/Desa Pilangbango (Kodepos : 63119)
- Kelurahan/Desa Sukosari (Kodepos : 63119)

2. Kecamatan Manguharjo
- Kelurahan/Desa Pangongangan (Kodepos : 63121)
- Kelurahan/Desa Madiun Lor (Kodepos : 63122)
- Kelurahan/Desa Patihan (Kodepos : 63123)
- Kelurahan/Desa Ngegong (Kodepos : 63125)
- Kelurahan/Desa Winongo (Kodepos : 63126)
- Kelurahan/Desa Manguharjo (Kodepos : 63127)
- Kelurahan/Desa Nambangan Kidul (Kodepos : 63128)
- Kelurahan/Desa Nambangan Lor (Kodepos : 63129)
- Kelurahan/Desa Sogaten (Kodepos : 63129)

3. Kecamatan Taman
- Kelurahan/Desa Taman (Kodepos : 63131)
- Kelurahan/Desa Kejuron (Kodepos : 63132)
- Kelurahan/Desa Pandean (Kodepos : 63133)
- Kelurahan/Desa Josenan (Kodepos : 63134)
- Kelurahan/Desa Kuncen (Kodepos : 63135)
- Kelurahan/Desa Demangan (Kodepos : 63136)
- Kelurahan/Desa Banjarejo (Kodepos : 63137)
- Kelurahan/Desa Manisrejo (Kodepos : 63138)
- Kelurahan/Desa Mojorejo (Kodepos : 63139)

Mengenal Kota Madiun


Jika kita ke kota Madiun yang pertama terpikir adalah kata brem. Tape yang dioleh dengan rasa asemnya. Padahal begitu kita kesana yang akan selalu dijumpai disetiap pinggir jalan adalah warung nasi pecel. Di hampir setiap sudut kota akan dengan mudah di jumpai ini.

Jika kita dari jogyakarta kita bisa naik KRD Madiun Jaya. Dengan tiket Rp 24.000 Pada awalnya merupakan kereta api yang melayani rute perjalanan Kertosono - Madiun - Solo Balapan dengan layanan kelas ekonomi. Namun, dikarenakan rute Kertosono - Madiun memiliki load factor yang kecil, maka rute tersebut dihapuskan dan hanya menjadi Madiun - Solo, berakhir di Solo Balapan. Namun pada tanggal 1 Juli 2010, Kereta Api Madiun Jaya melayani rute Madiun - Solo - Yogyakarta dan mendapat sambutan yang antusias dari warga madiun.

Kota ini terletak diantara 2 gunung besar. sehingga lambang daerahnya berupa 2 gunung. Yaitu gunung Wilis dan Lawu.

Masih banyak peninggalan rumah-rumah yang berbentuk art deco atau rumah zaman Belanda. Jangan heran karena masa belanda warga kotanya tidak mau dipimpin oleh bupati, jadi terpisah dari kepemimpinan orang jawa.

Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata Madiun dapat diartikan dari kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran. Penjelasan kedua karena nama keris yang dimiliki oleh Ronggo Jumeno bernama keris Tundhung Medhiun. Pada mulanya bukan dinamakan Madiun, tetapi Wonoasri.

Sejak awal Madiun merupakan sebuah wilayah di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram. Dalam perjalanan sejarah Mataram, Madiun memang sangat strategis mengingat wilayahnya terletak di tengah-tengah perbatasan dengan Kerajaan Kadiri (Daha). Oleh karena itu pada masa pemerintahan Mataram banyak pemberontak-pemberontak kerajaan Mataram yang membangun basis kekuatan di Madiun. Seperti munculnya tokoh Retno Dumilah.

Beberapa peninggalan keadipatian Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun yaitu Masjid Nur Hidayatullah, artefak-artefak disekeliling masjid, serta sendang (tempat pemandian) keramat.

Sejak masa Hindia-Belanda, Madiun adalah suatu gemeente yang berpemerintahan sendiri (swapraja) karena komunitas Belanda yang bekerja di berbagai perkebunan dan industri tidak ingin diperintah oleh Bupati (yang adalah orang Jawa). Sebagai suatu kota swapraja, Madiun didirikan 20 Juni 1918, dengan dipimpin pertama kali oleh asisten residen Madiun. Kota Madiun terdiri atas 4 kecamatan, yaitu Kartoharjo, Manguharjo, Taman, dan Jiwan.

Saat ini kota Madiun mulai berdandan, tapi saya rasa akan tetap sepi, walau Pusat Perbelanjaan mulai tumbuh karena penduduknya emang sedikit, ini beberapa pusat belanja di madiun sbb:

1. Plaza Madiun di Jalan Pahlawan
2. Matahari Plaza di Jalan Pahlawan
3. Sri Ratu 1 dan 2 di Jalan Pahlawan dan Jalan Kalimantan
4. Timbul Jaya Plaza di Jalan Pahlawan
5. DTC Madiun Four di Jalan DR.Soetomo
6. Presiden Plasa Utama di Jalan Jenderal Sudirman
7. Presiden Plasa(Bursa Handphone) di Jalan Alun-alun Timur
8. Mall Madiun Putra Indah di Jalan D.I Panjaitan
9. Maditos (Madiun Town Square) di Jalan Achmad Yani
10. Carrefour Madiun di Jalan S.Parman
11. Carrefour Manguharjo di Jalan Urip Sumoharjo
12. Pasar Besar Madiun di jalan Jenderal Sudirman
13. Pasar Joyo di Jalan Imam Bonjol
14. Pasar Sleko di Jalan Trunojoyo
15. Pasar Sambirejo di Jalan Raya Gorang Gareng
16. Pasar Logam Jaya di Jalan Slamet Riyadi
17. Pasar Ikan Putra di Jalan Pelita Tama
18. Pasar Burung Sri Jaya di Jalan Pelita Tama
19. Pasar Sukoasri di Jalan Mangun Karya

Banyak sekali monumen-monumen perjuangan di kota ini. namun kecil-kecil, selalu tertutup oleh pepohonan atau toko-toko dan tidak terawat. Di Kota ini terdapat pusat industri kereta api (INKA). Madiun dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI, meski sebenarnya terletak di Kabupaten Magetan.

Jadi.. Kalau sempat mampirlah ke madiun.

Tuesday, 21 September 2010

oleh oleh dari madiun: grafiti


grafiti di depan jalan diponegoro ini menggambarkan masih takutnya masyarakat dengan kompor gas dan tabung 3 kgnya..