Showing posts with label Indonesia Tempo dulu. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Tempo dulu. Show all posts

Tuesday, 19 June 2012

Pasar di Bali tempo dulu

Pemandangan di Pasar di pulau Bali tempo dulu yang membuat banyak warga asing (Belanda) saat itu kaget.
Wanita-wanita yang bekerja dan berjualan disana terlihat santai dengan pakaian dada terbuka.
Ini adalah pemandangan yang umum saat itu.


foto dari http://commons.wikimedia.org/wiki/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_

Friday, 18 May 2012

Foto Indonesia Tempo Doeloe : Romusha


Pedih..
Itulah kata yang paling pas membayangkan kata romusha
Masa pendudukan  Jepang singkat memang..
Namun sangat Menyakitkan
dan  sengsaranya tak terbayangkan..




dari 1600 orang yang dikirim ke Papua..  tersisa dari 251 orang. 



Membuat rel kereta api..



Walaupun hamil.. wanita ini harus bekerja.







Monday, 14 May 2012

Indonesia Tempo Dulu : rumah asli Luwu Timur



Rumah tradisional KarunsiE 
Rumah-rumah terlihat seragam baik posisi hadap, ukuran, dan arsitekturnya. Atap berbentuk lebih mendekati bentuk perisai dibanding pelana dengan bukaan besar pada sisi atapnya untuk ventilasi. Bentuk atap ini cukup unik untuk daerah Sulawesi pada waktu itu yang sebagian besar berupa atap pelana, yang menunjukkan adaptasi dan kemampuan rekayasa masyarakat. 

Saturday, 12 May 2012

Foto Jadul Indonesia : Penduduk asli Tabarano Luwu Timur


Tabarano adalah satu desa di kecamatan wasuponda, Luwu Timur.
Dulu disini banyak tinggal orang-orang Padoe.. namun ketika Kahar Muzakar dan gerombolannya Berjaya, maka banyak orang-orang Padoe yang tinggal disini mengungsi dan pergi.
15 tahun kahar muzakar menguasai daerah ini.. 15 tahun pula orang-orang Padoe ini menyingkir.

Thursday, 16 February 2012

Sukarno di Uang kertas Indonesia



Mata uang adalah bagian dari sejarah peradaban sebuah bangsa. Desain gambar, tempat dan tahun keluar, dapat menceritakan banyak hal terkait peristiwa masa itu. Uang kertas tidak hanya sekedar alat untuk transaksi, tapi sudah menjadi simbol kedaulatan sebuah negara dan atas alasan itulah uang kertas dirancang dengan baik dan dijaga agar tidak cepat rusak dan lusuh. Uang kertas di Indonesia sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda. Waktu itu uang kertas (dan uang logam) yang beredar di Indonesia disamakan dengan uang yang berlaku di negeri penjajahnya, yaitu gulden.

Dalam periode perjuangan sebelum kemerdekaan, uang kertas yang dikeluarkan pemerintah disebut ORI (Oeang Repoeblik Indonesia), sesuai dengan ejaan pada waktu itu. Uang kertas pertama setelah kemerdekaan , bertanggal 17 Oktober 1945, nilai satu sen. Setelah merdeka, rancangan uang kertas kita menjadi semakin baik, terutama pada waktu masih dirancang dan dicetak di Thomas de la Rue & Company, Limited, dengan gambar berseri, seperti seri bunga dan seri binatang.


Banyak ragam dan model uang kertas di Indonesia. Namun ternyata gambar yang paling sering muncul adalah gambar Sukarno, walau setelah masanya lewat yaitu masa rezim Suharto akhirnya gambar uang kertas lebih beragam.

Diawali tahun 1945, gambar Presiden Soekarno adalah tokoh yang paling banyak masuk di desain uang. Kala itu Soekarno sebagai presiden pertama dan mengklaim sebagai pemimpin revolusi, sehingga wajar bila fotonya banyak terpampang di mana-mana. Uang dengan gambar Soekarno, sejak tahun 60-an uang kertas dicetak di Pertjetakan Kebajoran, dengan seri gambar Bung Karno. Dan sampai saat ini gambar Sukarno masih ada dan masih berlaku di uang kertas kita.














Tuesday, 14 February 2012

Jukung : Banjarmasin tempo doeloe

Tidak ada orang Banjar jika tidak ada jukung.”

Banjarmasin sebagai kota seribu sungai tidak bisa dipisahkan dari perahu. Sebagai kendaraan rakyat yang sangat ramah lingkungan ini ternyata sudah tersisihkan kemajuan zaman. sayang memang..

Melihat kembali Banjarmasin tempo doeloe ternyata menarik terutama mengamati perahu atau jukung mereka saat itu. Ternyata perahu kecil model jukung di banjarmasin zaman baheula sangat artistik bentuknya dibandingkan sekarang. Model dan gayanya sangat klasik dan bermacam-macam ada yang ada atapnya dan lebar-lebar juga.

Dibandingkan yang saat ini ada ternyata jauuuhhh sekali beda dan selera seninya.






Budaya jukung sebenarnya dikenal pada 2000 tahun sebelum masehi, yaitu dari migrasi pertama orang-orang proto melayu (melayu tua) dari Sungai Mekong, Yunan, Cina Selatan ke Kalimantan. Saat itu para imigran dari proto melayu yang merupakan asal usul suku Dayak, telah mengenal peralatan dari logam. Baru pada abad 6-7 pembuatan jukung semakin berkembang di Kalimantan.

Dahulu diketahui banyak jenis jukung yang dikenal berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Jukung dibuat selaras dengan kondisi alam Kalimantan pada waktu itu. Yang paling tua jenisnya diperkirakan adalah jukung sudur. Jukung ini menjadi pondasi terciptanya jukung-jukung jenis baru

Perkembangan jukung yang sampai ke Kalsel akhirnya menjadi identitas budaya saat berdirinya kerajaan Dipa di Amuntai, lalu kerajaan Daha di Negara, Hulu Sungai Selatan, hingga kerajaan Banjar di Kuin, yang menjadi tonggak lahirnya Suku Banjar. Budaya sungai dan alat transportasinya tidak bisa dipisahkan dalam sistem sosial masyarakat Banjar ketika itu.

Sah saja tentunya jika sebuah idiom menyebut “Tidak ada orang Banjar jika tidak ada jukung.” Sebab sejarah mencatat, Kerajaan Banjar di Kuin lahir setelah Pangeran Samudera lari mengasingkan diri menggunakan jukung dari Daha di Negara.


Foto ini didapatkan dari Koleksi Musium Tropen, Belanda.
foto-foto lama Banjarmasin ini, sekitar tahun 1880 sampai 1940.

Thursday, 13 October 2011

Foto Indonesia Tempo dulu : Penganten Baru



Penganten baru ini dari priangan bandung. Lakinya umur 16 tahun perempuannya umur 14 tahun. Umur yang wajar untuk menikah dijamannya. Jadi wajar juga kalau anak smp sekarang untuk mmm.. mmm...

Foto Indonesia Tempo dulu : Nyari kutu



Nyari kutu adalah kebiasaan wanita indonesia ketika bersantai sore hari. Kebiasaan ini berlangsung sampai tahun 1980 ketika era televisi mulai memasuki rumah-rumah penduduk dan menghilangkan kebiasaan ini.