Showing posts with label konversi. Show all posts
Showing posts with label konversi. Show all posts

Wednesday, 28 November 2012

Konversi Minyak tanah ke gas 3kg berlanjut : Poso, Kendari, Banggai, Padang


Konversi Minyak tanah ke gas 3 kg akhirnya bisa dilanjutkan.
Untuk akhir tahun 2012 ini daerah yang akan dilaksanakan konversinya adalah Kabupaten Poso, Kendari, Banggai juga Padang di Pulau sumatera.

Pendataan ternyata tetap dilaksanakan oleh konsultan dari ESDM, sedangkan pendistribusian dilakukan oleh konsultan dari pertamina. Semoga semuanya berjalan lancar. Aman dan bermanfaat.

Diperkirakan hajatan ini akan berlangsung selama 3 bulan. Itu karena melihat keadaan bahwa sampai saat ini Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji masih sedikit. Mungkin Palopo dan mungkin dari Palu. Sedangkan yang di Padang kemungkinan dari Jambi atau Pekan baru.

Sebaiknya pendataan dan pendistribusian dilaksanakan oleh pihak yang sama sehingga bisa mempercepat pekerjaan. Jika ada masalah bisa langsung ketahuan dimana titik permasalahannya. Namun kepala boleh sama hitam .. pikiran nya tetap lain-lain. Apapun itu mudah-mudahan tim pendata dan pendistribusi bisa bekerja sama dengan baik dan cepat. sehingga pekerjaan ini bisa terlaksana dengan cepat dan rakyat didaerah bisa segera merasakan manfaatnya.

Monday, 26 September 2011

Konversi minyak tanah ke gas usai sudah..



Konversi minyak tanah ke gas sebagai program pemerintah kali ini mungkin sudah dianggap selesai.. Tak ada lagi tender baru, tidak terdengar lagi wilayah mana berikutnya yang akan di jalankan program ini. Pemerintah sudah tidak fokus lagi dengan hal ini. Sudah terlalu sibuk dengan Nazzarudin dan urusan intern partai masing-masing. Belum lagi bom baru meledak kemarin.

Banyak program pemerintah sekarang jalan sendiri. Syukur-syukur sukses , mudah-mudahan lancar. Tenggat waktu dan titik mulai juga hari date line sudah dilupakan. Istilahnya kemarau biarlah berlalu.

Contohnya adalah program konversi minyak tanah ke gas di Banjarmasin yang telah selesai dilaksanakan 3 bulan lalu. Masyarakat yang awalnya menolak sudah memakainya. Ada yang unik dari kota ini. Dimana awalnya susah sekali untuk mendapatkan izin menjalankan konversi ini. Banyak masalah dan sebabnya. Diantaranya masyarakat yang cenderung menolak karena seringnya kebakaran yang didaerah mereka. Pendataannya yang kacau balau dan lama sekali, yaitu perlu 7 bulan untuk mendapatkan nama-nama yang harus mendapatkan kompor gas dan tabung gratis ini, sehingga semakin menghambat jalannya program ini. Padahal untuk wilayah lain rata-rata hanya perlu waktu 60 hari. Itu ditambah ketakutan yang besar dari penduduk Banjarmasin dan instansi terkait dengan kemungkinan ledakan atau terjadinya kebakaran yang diakibatkan program ini. Sehingga banyak usaha dan banyak rapat koordinasi dijalankan, sehingga akhirnya program ini bisa berjalan.

Sekarang hasil konversi minyak tanah ke gas sudah dinikmat imasyarakat Banjarmasin. Kebakaran tetap banyak, namun alhamdulillah belum ada yang berasal dari tabung gas. Dan honor konsultan apakah sudah dibayar oleh Pertamina. Ternyata belum. Ternyata bekerja dengan pemerintah sekarang susah. Banyak instansi saling terkait. Perusahaan yang satu tergantung hasil perusahaan yang lain. Salah satu jeblok hasilnya maka hancur semuanya. Sandera menyandera pekerjaan menjadi hal yang jamak. Dan akibatnya karyawan tidak jelas kapan menerima gajinya.

Kabar baru didengar tadi pagi.. Kerjaan mu di Banjarmasin belum tentu dibayar. Karena ada masalah di pekerjaan. Lemess jadinya. Jauh-jauh kerja ke kalimantan dan berbulan-bulan sengsara di negeri orang akhirnya pulang dengan tangan kosong.

Bluk nyuuh blak nangkarak .. namun hasilna nol besar,

Wednesday, 23 March 2011

KONVERSI MITAN KE GAS DI BANJARMASIN DITUNDA : Melihat Lebih dalam Banjarmasin



Konversi minyak tanah ke gas 3 kg di Indonesia sudah berjalan 3 tahun lebih semenjak digulirkan tahun 2007 di Jakarta. Seiring berjalannya waktu masyarakat makin akrab dan kenal tentang gas. Pemakaian gas untuk rumah tangga sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Terlebih lagi masyarakat perkotaan karena Harga Minyak tanah mahal dan terbatas jumlahnya. Namun di tahun sepanjang tahun 2010 sesuatu. Ketika tabung-tabung yang sudah waktunya ditarik dan seiring banyaknya oplosan gas 3 kg ke tabung gas12 kg akibat dari perbedaan harga karena subsidi pemerintah untuk tabung 3Kg menyebabkan banyak masalah. Kebakaran akibat dari kebocoran Tabung gas tidak pernah berhenti beritanya. Semua media massa berlomba untuk menceritakan dan mengabarkan, tentu dengan bumbu drama. Membuat panik masyarakat dan pemerintah. Dan di akhir tahun 2010 cerita kebakaran akibat pemakaian tabung gas mulai reda, menyisakan trauma bagi pemakai dan calon pemakai tabung gas 3kg.

Banjarmasin awal Januari 2011 ini seharusnya sudah menikmati kompor gas 3kg, namun pemerintah kotanya belum mengizinkan. Setelah melalui rapat yang panjang dan berestafet selama 2 bulan penuh (dari akhir Januari awal Maret 2011). Akhirnya Bapak walikotanya dalam rapat hari Sabtu 11 Maret 2011 di Banjarmasin memutuskan untuk menunda Konversi Minyak Tanah Ke gas di kota Banjarmasin sampai batas waktu yang tak terbatas. Alasannya adalah sosialisasi dan edukasi di masyarakat banjarmasin belum cukup. Harus ada iklan layanan masyarkat di setasiun TV lokal di Banjarmasin. Harus ada Surat Pernyataan dari masyarakat bahwa barang konversi, yaitu kompor, tabung gas dan acesoriesnya tidak akan dijual. Harus ada surat permohonan dari masyarakat untuk meminta barang konversi itu. Harus ada daftar nama calon penerima yang sudah ditandatangani oleh setiap anggota masyarakat.

Kalau dilihat lebih dalam, sebetulnya yang ditakuti oleh walikota Banjarmasin adalah terjadinya kebakaran yang diakibatkan oleh tabung gas 3 kg. Masyarakat Banjarmasin adalah masyarakat perkotaan dengan nilai plus. Nilai plusnya terletak pada sungainya yang banyak dan dapat ditelusuri dengan perahu. Sungai Martapura, Sungai Kelayan , sungai Kuin dan masih banyak lagi. Banyak rumah berdiri di atas sungai. Banyak rumah berdiri di atas rawa. Dan jika kita membayangkan kota Banjarmasin sebetulnya mirip kota Jakarta di wilayah Kelurahan Tambora dan Kelurahan Tanah Tinggi dengan rumah penduduknya terbuat dari kayu dan papan. Tanah ukuran 2 x 10 meter bisa jadi 4 rumah. Ditambah tanahnya adalah rawa-rawa yang banjir ketika air sungai pasang.. Kebayang sekarang kumuh dan padatnya. Dan sebagaimana Tambora di Jakarta, Kota banjarmasin pun sering terjadi kebakaran. Saking seringnya terjadi kebakaran, mayarakat banjarmasin dengan swadaya sendiri membentuk Barisan Pemadam Kebakaran di setiap kelurahan. Mobil seukuran kijang kotak dengan bak terbuka yang dilengkapi alat penyemprot airnya selalu siap siaga menyusuri jalan-jalan kecil sebagai jawaban jika terjadi kebakaran. Salut untuk hal ini.

Entah kenapa.. Saat ini program Program Konversi Minyak tanah ke gas 3 kg diambil alih oleh Kementrian ESDM. Bukan oleh Pertamina seperti yang selama ini kita yakini. Pertamina sekarang hanya bertugas membagikan saja paket perdana. Sedangkan pendataan dan Sosialisasi dilakukan oleh kementrian ESDM. Dan hasilnya.. Walaupun sosialisasi dan edukasi sudah dilakukan oleh konsultan Edsos (Edukasi dan sosialisasi) sebagai perpanjangan tangan Kementrian ESDM.. Namun hasilnya kurang menempel. Pendataannya saja lama, 3 bulan, hasilnya banyak yang menolak karena takut terhadap tabung gas 3 kg dan kemudian pendataan tambahan, selama 1 bulan, sehingga mencapai angka yang ditargetkan. Namun ketika angka 75% calon penerima dari kepala Keluarga Kota Banjarmasin didapat seperti yang diminta pemerintah kota inginkan, ternyata Pemkot dalam hal ini walikota tidak juga mau memberikan izin distribusikan paket di wilayahnya. Karena ternyata ketakutan berlebihan pemkot terhadap tabung gas 3 kg belum juga hilang.

Jadi mau bagaimana sekarang? Siapa yang untung dengan kejadian ini? Ini bukan film koboy The Good, The Bad and The Ugly dimana 3 unsur saling bertemu bertemu untuk memperebutkan sesuatu. Ini program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakatnya. Sebetulnya lucu juga melihat ini, dari Medan di sumatera sampai Malili di Sulawesi orang-orang sudah sangat akrab dengan tabung gas 3 kg. Disana kompor gas sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Tetapi jika dipikir lebih dalam lagi malah kasihan. Banyak pekerjaan sia-sia. ESDM kebingungan mau diapakan datanya. Pemerintah Kota Banjarmasin malah tambah takut, karena merasa harus menerima bom. Pertamina bengong mau diapakan kompor gas dan tabung yang menumpuk di gudang. Masyarakat banjarmasin harus siap sengsara dengan susahnya mencari minyak tanah karena di luar kota Banjarmasin distribusi paket konversi sudah berjalan. Di Jakarta Pemerintah pusat heran karena program kerjanya berantakan. kok tidak jalan, padahal di tempat lain lancar-lancar saja.

Penduduk banjarmasin sebetulnya terbuka dan egaliter. Mereka juga sangat mandiri. Alamnya kaya. Sungainya penuh udang dan ikan. Mereka mau belajar dan bisa diajak diskusi. Namun satu hal yang kurang.. untuk soal dagang kekeluargaannya mereka kurang. Mungkin karena sifat mandirinya yang terlalu kuat. Sehingga kita susah menemukan pengusaha sukses dari Kalimantan yang mumpuni. Yang mampu berbicara di tingkat nasional dan internasional. Padahal semua kayu asalnya dari Kalimantan. Semua batubara asalnya dari kalimantan. Dan intan terbaik didapat dari Kalimantan.

Sebagai usulan, sekali-kali Bapak walikota perlu di ajak jalan-jalan ke kelurahan Tanah Sereal Jakarta. Untuk melihat bahwa ada wilayah yang lebih kumuh dari Kelayan. Tanah seluas 2 x 10 meter bisa jadi 12 rumah. Enggak kebayang gimana mereka tidurnya.. Jika terjadi kebakaran disitu, jangan harap mobil pemadam bisa masuk. Paling Cuma parkir di ujung jalan. Dan rasanya jadi kasihan melihat satgas LPG-nya sudah jauh-jauh meninjau program konversi di Jakarta namun hasilnya mentah lagi, karena rasa itu masih ada.

Tetap semangat! Banjarmasin.. Ayo.. Kayuh baimbai..

Saturday, 20 November 2010

Aturan Main Konversi Minyak tanah ke Gas Di Banjarmasin

Sebagaimana program pemerintah maka Konversi Minyak tanah di Banjarmasin tetap akan berjalan. Namun karena ada aturan baru maka berjalan sedikit lama.

Sekarang Program Konversi Minyak Tanah ke Gas ini memakai 3 instasi yang berbeda dengan tugas yang berbeda juga. Yaitu:
1. ESDM : Sebagai instansi yang mencacah dan mendata siapa saja yang berhak untuk mendapatkan paketprogram ini.
2. PERTAMINA : Sebagai Instansi yang mendistribusikan paket.
3. LINDU : Sebagai instansi yang mengawasi hasil dari pencacahan dan pendistribusian paket program konversi.

Adapun komponen dari ESDM dan pertamina biasanya diwakili oleh konsultan, sedangkan komponen dari LINDU terdiri dari Kepolisian, kejaksaan dan KPK. Jadi hati-hati untuk program ini. Pengawasannya dan aturannya sangat ketat. Karena itu harus sesuai dengan kriteria yang sudah digariskan.

Saat ini tgl 20 November, masa pendataan dan pencacahan oleh ESDM sudah mendekati deadline tanggal 30 November, dan jika sampai lewat dari tanggal itu, maka proses pendistribusian tidak bisa dilakukan tahun ini, karena ada aturan soal keluar masuk barang di pertamina. Namun kita lihat saja nanti apakah dalam waktu 10 hari bisakah Pertamina sebagai Instansi yang mendistibustikan paket mampu menjalani sisa waktu dari yang didapat. Kalau hanya 10.000 paket mungkin bisa.. tapi gimana kaau 50.000 paket? wallahu alam..

Yang jelas jika sampai dateline paket belum juga didistribusikan, atau sudah didistribusikan tetapi sampai dateline belum juga habis maka paket ini akan dilanjutkan pendistribusiannya tahun depan, yaitu tahun 2011.

Jadi kumaha? Terserah..

Thursday, 4 November 2010

Konversi Minyak tanah ke Gas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan


Distribusi kompor gas dan tabung gas 3 kg untuk konversi minyak tanah ke gas masih berlanjut di Indonesia. Setelah program konversi minyak tanah sukses di pulau jawa , Sumatera dan jugasulawesi, kini Saatnya di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjar masin. Doa dari saya mudah-mudahan berjalan lancar. Targetnya akhir November 2010 ini selesai.

Untuk program pemerintah ini, memang masih ada beberapa komponen masyarakat yang menolaknya, namun keuntungan yang diterima oleh pemerintah berupa mengecilnya subsidi minyak tanah membuat progaram ini tetap berlanjut. Sudah Trilyunan rupiah yang sudah dihemat semoga kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat yang lebih besar.

Resistensi masyarakat pasti ada. Kepala boleh sama hitam, fikiran pasti berbeda. Bagi mereka yang menolak, memandang minyak tanah lebih banyak manfaatnya, karena bentuknya yang cair sehingga bisa dibawa kemana saja, malah bisa masuk botol minuman aqua 600 ml, dibanding harus membawa tabung gas melon yang kosongnya saja seberat 5 kg, belum isi. Apalagi ukurannya yang cukup memakan tempat. Namun sudah saatnya lebih baik kita melihat ke depan. Hutang makin banyak, rakyat masih banyak yang miskin merana.

Kepada aparat desa diharapkan bantuannya karena saat ini beberapa kelurahan di wilayah Banjarmasin sudah dan sedang didata dan di cacah oleh ESDM, mudah-mudahan tepat sasaran, sesuai persyaratan calon penerima paket dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial ketika tiba saatnya dibagikan. Jangan sampai ada yang tertinggal. Karena akan menyesal nantinya. Yang penting memenuhi syarat.

Sosialisasi cara pemakaian dan penanggulangan jika ada masalah pasti akan dilakukan, sehingga masyarakat dapat menggunakan dengan benar dan tepat. Rasa kecewa pasti muncul kepada mereka yang tidak mendapatkan paket gratis ini, namun semua sudah ada aturannya. Kepada yang mungkin terlewati jangan terlalu kecewa dan ngamuk-ngamuk , karena biasanya ada yang namanya penyisiran, yaitu kelanjutan dari distribusi ini untuk mencari dan mendata mereka-mereka yang seharusnya dapat tetapi terlewati.

Untuk soal keamanan tabung, sekarang pengawasan tabung sudah sangat ketat. Namun tabung meledak masih terdengar. Beberapa kasus diakibatkan kelalaian penggunanya. Kasus yang lain adalahadanya pengoplosan.. Namanya manusia, suka lupa dan menggampangan sesuatu. Namun itu semua mudah-mudahan bisa jauh berkurang. Karena keamanan tabung terjamin . Tinggal penggunaannya dan kewaspadaan ditingkatkan.

Akhirnya semoga paket ini bermanfaat bagi semua. Kepada mereka yang sudah terdata dan terdaftar sebaiknya terima saja paket ini. Lumayan. Karena jika di uangkan maka paket ini senilai sekitar Rp 250.000. yaitu untuk harga tabung 3 kg Rp 100.000 , kompor senilai Rp 90.000 asesorisnya Rp 60.000 . Kalau takut memakainya simpan saja dulu dan jika tidak mau pakai dijual aja. Namun siap-siap aja sengsara karena minyak tanah akan dijual tanpa subsidi lagi.

Sunday, 26 September 2010

SYARAT DAN KRITERIA UNTUK KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS ELPIJI 3 KG

RUMAH TANGGA YANG BERHAK MENERIMA
1.RUMAH TANGGA YANG TIDAK MEMILIKI KOMPOR GAS
2.RUMAH TANGGA YANG PENGELUARAN 1.500.000 KE BAWAH
3.RUMAH TANGGA YANG SUDAH MENIKAH
4.RUMAH TANGGA YANG MASIH MENGGUNAKAN MINYAK TANAH

PERSYARATAN YANG BERHAK MENERIMA
1.UNTUK PENDUDUK TETAP
A.FOTOCOPY KTP ( YANG MASIH BERLAKU )
B.FOTOCOPY KARTU KELUARGA
2.UNTUK PENDUDUK MUSIMAN/PENDATANG
A.FOTOCOPY KTP ( YANG MASIH BERLAKU )
B.SURAT KETERANGAN DOMISILI DARI RT ATAU DESA

TAMBAHAN :
1. KALAU KTP MATI ( HARUS ADA SURAT KETERANG KTP SEMENTARA ATAU RESI )
2. KALAU KARTU KELUARGA TIDAK ADA ( HARUS ADA FORMULIR PERMOHONAN KK)
3. SEMUA PERSYARATAN INI HARUS DARI DESA/KELURAHAN

NOTE:
Untuk mendapatkan kompor gas dari program konversi minyak tanah ke gas ini semuanya GRATIS!!

Kecuali fotocopy ktp dan persyaratan lainlain itu biaya sendiri. Masa minta dibayarin juga fotocopy ktpnya.

Monday, 28 June 2010

Ketika Konversi Minyak Tanah Ke gas Sukses: Ketika bom bom sudah ditebar


Sejak konversi minyak tanah ke gas digulirkan, sudah sekitar 25 orang tewas akibat salah dalam penanganan kebocoran gas. Awalnya adalah ketergantungan masyarakat kota pada minyak bumi sebagai bahan yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari sehingga pemerintah berfikir untuk mencari bahan bakar yang hemat dan efisien.

Pemanfaatan LPG yang rendah di indonesia, sekitar 1 juta metrik ton pertahun, dipakai oleh sekitar 0,5 % dari penduduk Indonesia dibandingkan malaysia 5 % dari penduduknya telah memakainya. dan cadangan gas yang besar yang dimiliki indonesia, sekitar 182 trilyun standar kaki kubik, membuat pemerintah melalui pertamina persero mendistribusikan tabung lpg 3 kg dan kompor berikut asesorisnya secara gratis ke masyarakat.

Kita ketahui LPG kepanjangan dari (Liquified Petroleum Gas) adalah bahan bakar gas yang terdiri dari campuran 30 % propana (C3H8) dan 70% butana (C4 H10). LPG dikenalkan oleh Pertamina dengan merk ELPIJI sejak tahun 1968 sebagai :
 Pemanfaatan hasil samping minyak bumi
 Bahan bakar pengganti
 Pengurang konsumsi dan subsidi minyak tanah.


Gas ELPIJI terkenal dengan sifatnya yang sangat mudah terbakar, sehingga kebocoran pada peralatan ELPIJI beresiko tinggi terhadap kebakaran. Walau tabung ini dibuat dengan persyaratan yang ketat yaitu terbuat dari pelat baja lembaran (steel sheet, plate and strip for gas cylinder), dengan ketebalannya harus 250 mm, berat bersih 3.0 kg sesuai dengan kapasitas isi air (water capacity, WC) 7.3 liter dengan tekanan rancang bangun sebesar 18.0 kg/cm3, sedangkan tekanan di dalam tabung saat berisi gas LPG, hanya sebesar 5-6 kg/cm2. Namun terdapat 3 titik rawan tempat yang paling sering terjadi kebocoran yaitu:

1. Valve Tabung
 Valve tidak dapat menutup (selalu terbuka).
 Seal/karet valve rusak atau hilang.
2. Neck ring
 Pemasangan valve pada neck ring tidak benar (kurang kuat/kendor).
3. Sambungan badan tabung
 Las pada sambungan badan tabung (jarang sekali terjadi).
Memang Pertamina telah mempunyai proses produksi yang mengikuti berbagai acuan standarisasi keamanan dalam memberikan perlindungan bagi konsumen, yaitu dengan memberikan jaminan terhadap mutu dan keamanan produk sesuai standar internasional yaitu:
- ASME Code Section V, Non Destructive Examination
- ASME Code Section VIII, Rules for Construction of Pressure Vessel
- ASME Code Section IX, Welding and Brazing Qualification
- SNI -07-3032-1992, Kualifikasi Las untuk Ketel Uap, Bejana Tekan dan sejenisnya
- Australian Standard (AS) 2469-1998, Steel Cylinders for Compressed Gases – Welded Two-piece Construction – 0.1 kg to 35 kg.

Namun di perjalanan mana tahu mereka jika tabung itu dipindah tangankannya cara dilempar-lempar ataupun dibanting. Walau hal ini tidak akan membuat tabung ini meledak. Namun cukup membuat sedikit bocor di 3 bagian penting tadi. Padahal 3 bagian penting tadi telah lulus uji sebagai berikut:

1. Uji Visual. Setiap tabung diuji harus terlihat mulus secara kasat mata, tidak cacat, atau kurang sempurna yang dapat mengurangi keamanan dalam penggunaannya.

2. Uji Ketahanan Hidrostatik. Setiap tabung diuji dan harus tahan terhadap tekanan hidrostatik sebesar 31 kg/cm2 selama 30 detik tanpa menimbulkan rembesan air atau kebocoran, dan tidak terjadi perubahan pada bentuk tabung.

3. Uji Kebocoran pada keadaan kedap udara. Setiap tabung yang sudah dilengkapi dengan katup diuji dan harus tahan terhadap kehampaan udara dengan tekanan sebesar 18.6 kg/cm2, tidak boleh bocor.

4. Uji Pengukuran Dimensi dan Berat. Tabung LPG yang diuji secara acak, 1 buah dari setiap 200 (1 lot), harus memenuhi ukuran yang tertera pada spesifikasi dasar4 .

5. Uji Ketebalan Cat. Tabung LPG yang diuji secara acak, 1 buah dari 200 (1 lot), harus memiliki ketebalan cat yang rata di seluruh bagiannya.

6. Uji Ketahanan Ekspansi Volume Tetap. Tabung LPG yang diuji secara acak, 1 buah dari 200 (1 lot), harus tahan terhadap tekanan air sebesar 31 kg/cm2 selama 30 detik tanpa menimbulkan perubahan pada volume totalnya.

7. Uji Mekanik. Setiap bagian pada tabung harus tahan terhadap batas-batas ulur, tarik, regang dan lengkung dengan batas ulur minimal 26 kgf/mm2 dan batas tarik minimal 41 kgf/mm2.

8. Uji Radiografi mengacu sepenuhnya pada standarisasi ASME, di mana mengatur tingkat kecacatanm pada hasil las-lasan – termasuk jenis-jenis cacat las, ukuran cacat las dan kriteria kelulusannya. Tabung LPG yang diuji secara acak, 1 buah dari setiap 200 (1 lot), harus memenuhi standarisasi yang diatur salam ASME Code Section V, Article 2.

9. Uji Ketahanan Pecah. Tabung LPG yang diuji secara acak, 1 buah dari setiap 200 (1 lot), harus tahan terhadap tekanan air minimum sebesar 110 kg/cm2.
Setiap tabung yang lulus syarat mutu tersebut di atas, akan diberi marka pada bagian-bagiannya, seperti pada badan tabung dan pegangan tangan. Marka-marka tersebut termasuk kode pabrik, kapasitas tabung, tahun pembuatan dan masa edar, serta logo Pertamina. Sehingga Tabung yang lolos uji walau tabung dibanting dari ketinggian 5 meter tabung tidak akan meledak atau hancur.

Kalau begitu sekarang pertanaannya kenapa bisa meledak? Ada beberapa alternatif penyebab tabung meledak. Pertama, tata cara penggunaannya tidak benar. Kedua, pengguna tidak melakukan pengecekan terhadap paket yang diberikan apakah bocor atau rusak segelnya. Seringkali penyebab yang pertama inilah yang paling sering menjadi penyebab suatu ledakan dan kebakaran tabung gas 3 kg ini.
Sebetulnya Pertamina telah membuat Gas LPG itu berbau, sehingga mudah dalam mendeteksi adanya kebocoran. Dan dari beberapa kasus sering terjadi adalah seringnya ketidakpedulian masyarakat akan bau aneh yang tercium di sekitar mereka ketika mereka akan masak. Mungkin sedang flu?, tetapi rasa-rasanya bau itu akan tetap terasa oleh yang lain. Namun mereka tidak peduli, dan tetapmenyalakan kompornya. Sehingga terjadilah kebakaran itu.
Jadi sebaiknya sekarang kita mulai belajar awas dan peduli dengan sekitar kita. Tanpa adanya kebocoran gas tidak mungkin ada ledakan tabung gas. Jika melihat Malaysia yang jumlah pemakainya lebih banyak dari Indonesia saja jarang terjadi kebakaran, rasa-rasanya perlu dijadikan pertanyaan mengapa disana lebih jarang terjadi kebakaran akibat tabung gas.
Pertamina sudah menetapkan masa edar amannya setiap tabung LPG 3 kg yaitu 5 tahun sejak diproduksi. Sesaat masa edar berakhir, tabung akan diuji ulang melalui rangkaian pengujian tersebut di atas. Juga bila tidak memenuhi salah satu dari seluruh uji kelayakan tersebut, maka tabung akan ditarik. Khusus untuk tabung gas elpiji 3 kg atau 12 kg yang bocor, sebetulnya sudah terpantau di Stasiun Bahan Bakar Elpiji (SBBE), sehingga tabung yang bocor tersebut tidak akan diisi gas lagi.
Saat ini pertamina telah menyebar tabung gas ukuran 3 kg sebanyak 60 juta unit ke hampir 80% wilayah indonesia. Namun pengetahuan masyarakat akan gas masih sedikit, juga pengetahuan para media. Sebaiknya Masyarakat yang merasa awam dengan tabung gas ini belajar tahu bahwa dia menyimpan suatu energi yang besar dalam sebuah tabung hijau seberat 8 kg. Mereka harus tahu apa yang dikandung dan apa yang diakibatkannya jika tidak mau tahu cara amannya. Mereka harus tahu bahwa mereka menyimpan bom yang bisa meledak jika mereka ceroboh menggunakannya.
Saat ini munculnya masalah ledakan tabung gas yang sering menjadi pemberitaan, tidak sepenuhnya benar. Dugaan sementara penyebab kecelakaan bukan hanya disebabkan oleh tabung gas yang bocor, melainkan juga disebabkan oleh asesoris lain seperti selang karet, katup, regulator, rubber seal, dan kompor. Namun itu semua hanya satu tanda utama penyebab ledakan itu yaitu adanya kebocoran gas yaitu dengan adanya bau yang menyengat.
Mudah-mudahan hidung masyarakat kita bisa lebih awas, sehingga kebakaran atau ledakan tabung gas tidak terjadi lagi. Walau itu tidak mungkin. Ledakan pasti akan tetap terjadi karena LPG sangat mudah terbakar dan masyarakat pasti masih ada yang belum tahu penanganan yang baik sebuah tabung gas.