Showing posts with label Soppeng. Show all posts
Showing posts with label Soppeng. Show all posts

Tuesday, 26 June 2012

Jembatan diatas sungai Walanea Soppeng


Jembatan yang menghubungkan desa-desa di kecamatan Citta dengan kecamatan Liliriaja Soppeng ini adalah jembatan yang sangat penting bagi masyarakat daerah ini. Tanpa jembatan ini hubungan dan lalulintas antar daerah ini harus memutar jauh ke Macanre di Cabenge. Jauh dan menanjak, juga memutari gunung dan kebun kakao yang lebat. Sempit dan juga menurun. Tanpa cahaya lampu jalanan di sepanjang jalannya.

Jembatan diatas sungai Walanea ini ada 2. Yang satu di Macanre dan yang satu lagi yang ini, di Kampiri Citta.

Jembatan yang dekat Macanre terakhir saya lihat bolong ditengahnya. Besarnya cukup menenggelamkan sebuah sepeda motor. Namun untungnya sudah diberi plat baja diatasnya untuk menambal lubang diatas jembatan itu.

Sedangkan jembatan yang ini, melihat wujud dan fisiknya rasanya perlu direhab dan dibuatkan lagi jembatan di atas sungai ini. Karena jembatan ini kekuatannya maksimum hanya 5 Ton, dan terbuat dari kayu.

Masyarakat sangat berharap jembatan mereka benar dan kokoh. Karena setiap harinya mereka menggunakannya untuk berkatifitas.

Indonesia kaya namun tidak pernah mampu bikin jembatan yang benar.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU)  Soppeng, HM Jabir mengatakan, dalam lintasterkini.com "jalan kabupaten yang dalam kondisi baik sekarang ini hanya sepanjang 327,121 km. Sedangkan panjang jalan yang dalam kondisi sedang 110,400 km. Jika ditotalkan berarti  panjang jalan kabupaten yang kondisi masih bagus hanya 437,521 km. dari jalan kabupaten saja yang panjangnya
 890, 338 kilometer (km),

Khusus jembatan kabupaten, sebut Jabir, dari 155 buah dengan panjang sekitar 2.290 meter, 19 buah diantaranya atau sepanjang 793 meter kini dalam kondisi rusak berat.





Untungnya saat ini  sedang direncanakan akan dibangun sebuah jembatan penyeberangan di kelurahan Pajalesang sepanjang 18 meter. Mudah-mudah benar dan awet seperti jembatan-jembatan peninggalan Belanda.


Sunday, 14 August 2011

Lejja : Pemandian air panas di Sulawesi Selatan

Berenang di bawah pohon bersama kekasih.. aih.. nikmatnya.

Jika kita sedang di Sulawesi yang terkenal panas dan jarang turun hujan menikmati air hangat dengan suhu sekitar 50 derjat Celcius plus kandungan sulfur yang berkhasiat menyembuhkan gangguan pada kulit adalah pengalaman yg cukup menyenangkan.Hanya 10 km dari jalan poros Sidrap soppeng kita bisa menemukan lokasi itu. Lejja namanya.

Karena letaknya ditengah-tengah lembah, para pengunjung harus berjalan kaki menuruni ratusan anak tangga yang terbuat dari semen yang disekelilingnya adalah pohon-pohon tinggi yang membuat para pengunjung tidak merasa kecapean dan terlindung dari sengatan matahari, apalagi suhu udara di tempat itu cukup sejuk.

Salah satu tempat Wisata andalan Watansoppeng adalah permandian Air Panas Lejja yang berlokasi di Kecamatan Marioriawa, sebelah utara sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Watansoppeng dengan jarak tempuh ke lokasi sekitar 1-2 jam. Hembusan hawa sejuk pegunungan akan menyambut para wisatawan yang datang berkunjung. Pemandangan yang menakjubkan akan kita nikmati ketika kita berada di tengah kawasan hutan yang masih terjaga keasliannya. Dengan kondisi jalanan yang mulus dan penuh tikungan tajam juga merupakan pengalaman tersendiri bagi para pengunjung.

Di sekitar pemandian ini, Jangan kaget jika menemukan kaleng atau plastik yang di ikat di pohon atau di akar di lokasi ini. Bergelantungan membuat terlihat sedikit berantakan. Karena Masyarakat Soppeng yang  masih percaya kepada hal-hal berbau mistis, berkunjung ke Lejja kerap dijadikan sasaran untuk melakukan khaul atau niat.  Kaleng atau plastik tersebut, menjadi simbol pengharapan seseorang. Jika keinginan yang bersangkutan telah terpenuhi atau terwujud, maka dia akan datang kembali ke Lejja untuk melepaskan kaleng yang telah digantungkannya.

Sumber Air Panas dan Lokasi tempat masyarakat mengikat kaul ada di salah satu pohon diatas itu.
Didalam kawasan obyek wisata ini, juga ada gasebo yang disewa Rp.50.000 per dua jam. Selain itu juga ada villa-villa mirip rumah panggung terbuat dari kayu berukuran sedang dan besar. Menurut petugas yang mengurusi villa itu, sewanya untuk villa ukuran sedang Rp.250.000 per 12 jam, sedangkan villa yang paling besar Rp.500.000 per 12 jam.

Wajar saja, lokasi obyek wisata alam permandian air panas Lejja ini setiap hari ada pengunjungnya, karena vila-villa itu oleh para pengunjung ditempati untuk penginap. Biasanya para pengunjung yang mau menginap, mereka memesan villa seminggu sebelumnya. Mereka menginap kadang sampai dua hari, terpadat pada hari sabtu, villa-villa itu sudah terisi penuh.

lokasi wisata alam permandian air panas Lejja ini setiap tahunnya dikunjungi sekitar 5000 wisatawan lokal. Tiket masuk ke kawasan obyek wisata alam Lejja ini, untuk dewasa hanya Rp5000 dan anak-anak Rp2500 per orang. Tiket masuk ini menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Soppeng di bidang Pariwisata.
.
suasana yg cukup ramai ini akan semakin ramai ketika masa liburan sekolah

Friday, 12 August 2011

Soppeng dalam foto

Watang Soppeng, berjarak sekitar 150 kilometer, sebelah utara Kota Makassar. "Yang menarik banyak dijumpai kalong disana. Kalong-kalong itu, hanya bisa didapati bergelantung di pepohonan sepanjang kota Watang Soppeng.

Namun untuk lebih mengenal kota ini, maka foto foto ini dipajang disini.
Mesjid Raya Soppeng, Sekarang sedang direnovasi.

saat ini kita ada di bawah pohon tempat kalong kalong bergelantungan.


Rumah penduduk aslinya rata-rata rumah panggung.

Jembatan menuju ke citta. Tanpa jembatan ini maka harus memutar jauh lewat cabenge.



pegunungan di soppeng. Dilihat dari cabenge.

Gattareng, pegunungan di luar kota soppeng.

Drumband dalam rangka ulang tahun kota soppeng. Dibelakang tampak patung burung kakatua. Lambang kota ini.








Kalong Soppeng

kalong tersebut merupakan ciri kota ini.



Bebas bertengger dan beterbangan di siang hari. Kalong kalong ini menjadi landmarknya kota Soppeng.

Ada kepercayaan warga sana kalau ada anak dara atau pemuda dari luar dearah, yang kebetulan lewat di bawah pohon dan dijatuhi air semi kalong, maka sang gadis diyakni akan bersuamikan orang Soppeng.

Tidak diketahui persis, kapan tepatnya kalong-kalong tersebut mulai bersarang di atas pepohonan yang berjejer di ruas-ruas jalan Kota Watan Soppeng. Namun masyarakat Kabupaten Soppeng meyakini keberadaan kalong yang wajahnya menyerupai tikus tersebut, sudah sejak ratusan tahun yang lalu.

Wallahualam.

Friday, 19 June 2009

soppeng map


this is the map for you who wants to know soppeng.

SOPPENG THE BAT CITY


Many places you can enjoyed in this area.
but you must enter to this center of soppeng.
bat everywhere!