Rabu, 28 Maret 2012

Maliboro Jogyakarta

Ketika musim libur tiba jalan-jalan menikmati Malioboro merupakan pengalaman yang mengasikan. Jalan utama kota Yogyakarta ini mengajak kita berlibur dan belanja..

Banyak pajangan baju batik dijual disepanjang jalan ini. Namun jangan kaget jika menemukan semua baju batik yang dijual disini berasal dari Pekalongan.

Becak dan delman akan mengantar kita mengelilingi jalan ini jika kaki dirasa berat dan lelah. Ongkos Becak cuma Rp 5000, namun delman bisa Rp 30.000 kalau kita tidak bisa menawar mungkin bisa Rp 50.000




Jalan disini merupakan Surga Cinderamata di Kota Jogja, juga pusat kota yang bersejarah. ada pasar bringharjo, ada bentng Vredeburg, Taman sari dan masih banyak yang lainnya.

Menurut sejarahnya wilayah ini dulunya sepi, namun keberadaan Pasar Gede atau Pasar Beringharjo di sisi selatan serta adanya permukiman etnis Tionghoa di daerah Ketandan lambat laun mendongkrak perekonomian di kawasan tersebut. Kelompok Tionghoa menjadikan Malioboro sebagai kanal bisnisnya, sehingga kawasan perdagangan yang awalnya berpusat di Beringharjo dan Pecinan akhirnya meluas ke arah utara hingga Stasiun Tugu.


Dalam bahasa Sansekerta, malioboro berarti jalan karangan bunga karena pada zaman dulu ketika Keraton mengadakan acara, jalan sepanjang 1 km ini akan dipenuhi karangan bunga. Dan sekarang jika ada kirab pawiwahan ageng atau jogya carnival akan semakin ramailah jalan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar