Selasa, 18 Desember 2012

Mancing udang di sungai Martapura Banjarmasin



Siang menjelang sore adalah saat terbaik untuk memancing disini. Namun tetap saja keberuntungan adalah yang menentukan dapat tidaknya.

Memancing di banjarmasin dibedakan antara menancing di rawa-rawa dan disungai. Jika dirawa atau sawah maka dipakai galah pancing yang panjang-panjang. Bisa sampai 3 meter panjangnya. dan ikan yang dicari adalah ikan Haruan atau gabus. (Channa striatus). Ikan ini adalah ikan favorit urang banjar. dimanapun pasti ada. untuk umpan biasanya digunakan katak atau anak lebah tabuan, umpan ikan pepuyu anak lebah kerawai atau ulat bumbung, umpan ikan sepat anak semut merah, ikan sanggiringan umpannya anak lebah madu,”

Sedangkan jika memancing disungai malah bisa hanya benangnya saja. tanpa kayu-atau galah. cukup mata pancing , timah pemberat dan umpan. Jika tanpa pemberat maka umpannya akan mengalir jauh mengikuti arus sungai. Disini ikannya banyak dan beragam. Dari yang kecil sampai besar. Namun yang paling dicari dan ditunggu adalah udang-udang sungainya. udang galah yang cukup besar-besar.  Ikan yang dipancing antara lain kelabau, patin, puyau, baung, lawang, dan udang. Jika mau menangkap udang gunakan  udang kecil hidup sebagai umpan. jika mau menangkap haruan atau  ikan lainnya gunakan pelet atau cacing.

Dua jam memancing ternyata panas dan bosan yang didapat. Baru tahu ternyata memancing di sungai lebih susah dari yang diperkirakan. Apalagi di sungai Martapura yang berarus cukup deras.  Selain itu jika ada perahu kelotok lewat maka ombak yang ditimbulkannya  cukup besar dan merepotkan umpan dan pancinganku. Sementara temenku berulang kali menarik pancingnya yang dimakan udang , saya malah sibuk sendiri dengan    mata kail yang tersangkut kayu-kayu dan sampah yang ada didasar sungai. Arus sungai sore hari terlalu deras membuat umpan mengelinding ke pinggir sungai. Karena itu rata-rata orang banjarmasin jika mancing mereka menggunakan perahu kecilnya dan memarkirnya di sepanjang sungai.  Jadi  jangan kaget jika sore tiba terlihat perahu-perahu kecil melintang di pinggir sungai. karena memancing sudah menjadi kebiasaan warga kota ini.

Jika anda mau mancing maka tempat penjualan alat pancing ada banyak, ada di Pasar Lama, Kayu Tangi, Teluk Dalam, Pasar Antasari, Pasar Kuripan, dan pusatnya ada di di kertak Hanyar kilometer 7 Banjarmasin ini.

Untuk sementara saya pulang dulu.. benangya putus dan mata kailnya hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar