Kamis, 12 Agustus 2010

Buka Puasa Gratis dan Sahur Gratis selama 1bulan full

Ini terjadi, dan benar-benar terjadi. Tahun lalu ketika kami sedang bertugas di kota Pangkajene Sidrap, Sidendreng Rappang, Sulawesi Selatan. Suatu kota kecil penghasil beras dan ayam nasional di Provinsi Sulawesi Selatan. Jika membayangkan kota ini kita membayangkan sebuah kota di dataran tinggi sekitar 26 kilometer atau setengah jam dari kota Pare-pare, dan di kota ini hanya mempunya 4 buah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU Pertamina. Orang Sulawesi menyebut SPBU dengan sebutan pertamina. Karena label Pertaminanya yang besar. Di kota yang makmur ini sangat sulit menemukan pengemis dan gelandangan. Kotanya bersih dan cukup rapih.
Di salah satu SPBU nya, yaitu yang terletak di jalan Jendral sudirman, tepatnya dipertigaan Rappang Pangkajene Lawawoi terdapat SPBU Sudirman. Setiap harinya memberi suplai BBM untuk kendaraan yang mau masuk ke Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan bagian utara. SPBU yang buka 24 jam ini mempunyai program khusus untuk menyambut bulan Ramadan yaitu menyediakan makanan dan minuman untuk buka puasa dan sahur secara gratis, tanpa biaya sepeserpun selama sebulan penuh.

Makanan yang dihidangkan pun bervariasi. Untuk buka puasanya Nasi dan lauk pauknya selalu berganti dan bergizi. Ikan bolu atau bandeng, tongkol, telur dadar, telur bulat, daging ayam dan lain-lain akan bergantian dihidangkan setiap harinya. Untuk Pembukanya biasanya kolak ubi, kolak pisang, bubur ketan hitam dan lainlain juga bervariasi setiap harinya. Sedangkan untuk sayurnya biasanya sayur sop, kacang panjang mi dan lain-lain.

Sedangkan makanan untuk sahurnya juga bervariasi tiap harinya, yang jelas nasi dan lauk pauknya selalu yang bergizi.
Pengunjungnya bermacam-macam. Biasanya penduduk sekitar tempat itu, namun ini jarang , lebih seringnya adalah para supir dan penumpang bus atau para pengendara kendaraan bermotor yang lewat di jalan itu. Dan kebetulan saya beserta teman-teman yang sedang bertugas di daerah situ.
Bisa dibayangkan jika setiap akan buka atau sahur tempat ini selalu ramai. Namun Jangan membayangkan suasana yang riuh ketika saatnya berbuka atau sahur. Kami bersantap biasa saja di kursi. Dengan cara ambil makanan model parasmanan , kita boleh mengambil semaunya, sepuasnya. Mau nambah 2 kali atau 3 kali juga silakan saja asal nggak malu. Walaupun diantara kami banyak yang tidak saling kenal kami tidak pernah berebutan dalam mengambil makanan ini. Tidak ada upacara, atau saling tunggu. Begitu makan ya makan, begitu sholat ya sholat. ini adalah pom bensin. bukan mesjid. jadi wajar jika setelah usai makan kamipun bubar jalan, ke tempat masing-masing.
Untuk sahurnya kira-kira pukul 3 pagi waktu setempat kami harus sudah ada dilokasi, karena namanya sahur, pasti tidak sebanyak berbuka makanan dan porsi yang disediakannya. Terlambat sedikit jangan harap ada sisa.

Hampir setiap hari selama 1 bulan pebuh kami dan teman teman buka dan sahur di tempat itu. Namun ada saat ketika 3 bus penuh rombangan yang mau jalan-jalan ke Tanah Toraja mampir berbuka . Dan makanan pun langsung habis. Sehingga kami yang terlambat hanya mengelus perut dan akhirnya ke warung makan yang terletak disebrang SPBU itu.

Bagi perantauan seperti kami, yang minim bekal dan uang disaku rasa-rasanya SPBU Sudirman di Sidrap ini sangat-sangat menolong bagi kelanjutan hidup kami. Tiap hari makan minum disitu secara gratis rasanya malu-maluin , tapi harus bagaimana lagi. Harga makanan dan minuman di daerah ini cukup mahal dan belum tentu enak. Sedangkan di depan muka kami tersedia semua yang enak-enak gratis.
Yang bisa saya lakukan kepada pengelola SPBU Sudirman adalah sekedar ucapan: Terima kasih atas semua makanan dan minuman selama buka dan sahurnya. Semoga Allah memberikan rahmat dan barokahnya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar