Jumat, 29 Oktober 2010

Journey to Celebes ( part 5) : Daerah wisata di Parepare



Apa yang kita ketahui tentang parepare? Kota kecil di Sulawesi Selatan.dengan pelabuhan lautnya sebagai pintu masuk . posisinya strategis karena terlindungi oleh tanjung di depannya. Parepare, setahun lalu, sejuk dengan Pohon rindang ditepi jalan meneduhi para pejalan kaki. Rimbun dan bersih hampir diseluruh kota.

Tetapi sekarang jangan berharap banyak. Semua pohon besar hilang ditebang. Selain karena pelebaran jalan . juga untuk betonisasi jalan dari makasar sampai pare-pare. Suasana sudah pasti panas dan berdebu. Tata ulang Kota Parepare tak dapat dihindari. Jalan-jalan dibuat lebih lebar dan panjang. Pusat perbelanjaan modern dan mal memang belum ada. Namun café, hotel, restaurant, arena bermain sudah mudah ditemui.

Kota Parepare bisa dicapai dengan transportasi darat atau laut. Parepare terletak di jalur utama lalu lintas ke Sulawesi Barat, Tana Toraja dan Palopo. Pelabuhan Nusantara menghubungkan Parepare dengan kota-kota di pesisir Kalimantan, Surabaya, dan kota-kota pelabuhan di Indonesia bagian timur.

Menurut sejarahnya kota ini terbentuk sekitar abad XIV saat seorang anak Raja Suppa meninggalkan Istana dan pergi ke selatan mendirikan wilayah tersendiri pada tepian pantai karena hobbynya memancing. Wilayah itu kemudian dikenal sebagai kerajaan Soreang. Kemudian sekitar abad XV berdiri lagi Kerajaan bacukiki.

Dalam satu kunjungan persahabatan Raja Gowa XI, Manrigau Dg. Bonto Karaeng Tonapaalangga (1547-1566) berjalan-jalan dari kerajaan Bacukiki ke Kerajaan Soreang. Kerajaan Gowa tertarik dengan pemandangan yang indah pada hamparan ini dan spontan menyebut “Bajiki Ni Pare” artinya “(Pelabuhan di kawasan ini) di buat dengan baik”. Sejak itulah melekat nama “Parepare” Kota Pelabuhan. Sisa-sisa peninggalan kerajaan kini disimpan di Museum Labangengnge’, sementara pada bekas berdirinya Saoraja (istana raja) kini berdiri sebuah mesjid yang berada tepat di depan Kantor Kelurahan Wattang Bacukiki.

Parepare mempunyai beberapa tempat menarik. Namun jangan terlalu banyak berharap. Karena pengelolaan belum sempurna. Tetapi daripada bengong lebih baik kita jalan jalan ..

1. Pantai pasir putih di Pantai Lumpue.
Lokasinya dekat pintu perbatasan Parepare dan Barru. Bersih dan menawan. Pantai berpasirnya yang yang panjang membuat apa yang kita betah. Untuk berenang dan melepas lelah. Ini daerah yang wajib dikunjungi.

2. Sumur Jodoh di Pantai Cempae Soreang
Tempat para jomblo berupaya membuang status jomblonya. Letak Sumur yang tepat dibibir pantai ternyata tidak membuat air sumur ini menjadi asin. Air tawarnya tidak tercemar rembesa air laut. Kata yang punya cerita jika kita mandi disumur ini maka jodoh akan cepat datang. Hanya hati-hati, tidak ada privasi disini. Semua tempat terbuka. Apalagi sudah menjadi kebiasaan orang sulawesi selatan jika mandi dipinngir jalan. Cuek bebek.

3. Gua Kalong atau Gua Tompangnge
Berada di sebelah Tenggara Kota Parepare. Dapat ditempuh dengan waktu kurang dari 45 menit dari pusat kota, gua alam ini sering juga disebut Gua Kelelawar karena dihuni oleh ribuan ekor kelelawar.Jika ingin meliat kalong tidur silakan kesini. Namun tempatnya jauh sekali dan gersang. Selain itu sepi sekali. Rumah penduduknya jarang. Pesan dari saya Jangan kesana Malam-malam, kecuali kalau mau lihat bagaimana wujud kuntilanak. Buat yang ingin melihat wajah mereka silakan datang sesudah magrib.

4. Pasar Senggol
Pasar ini Hanya ada malam hari dan biasanya sangat ramai ketika malam minggu tiba. Jika mau berbelanja barang murah meriah, biasanya pakaian bekas, disini tempatnya. Berbagai kafe tenda dapat menjadi pilihan bagi anda jika ingin menyantap makanan dan menikmati minuman sambil menikmati suasana malam di pantai.

5. Monumen 40.000 jiwa korban Westerling
Disini adalah tempat eksekusi para pejuang parepare setelah ditangkap oleh pasukan westerling. Daftar nama mereka tertulis jelas di dinding monumen.

6. Hutan Kota (Jompie).
Namanya saja hutan, sudah pasti banyak pepohonan. Lumayan buat olahraga dan menikmati ocehan burung. Ada penangkaran buaya dan taman burung.

7. Pantai Bibir
Pantai ini berada di sebelah selatan kota, tepatnya di sekitar persimpangan antara Jl.Bau Massepe dan Jl. Mattirotasi. Penduduk Parepare menyebut wilayah ini Cappa Batue.

8. Di Pantai Tonrangeng anda juga dapat menikmati pemandangan laut lepas dan sekumpulan perahu-perahu tradisional khas suku Bugis milik melayan desa setempat yang tertambat di tepi laut.

Jadi kemana kita pergi sekarang?

1 komentar:

  1. Suasana pasar senggol yang tak terlupakan :
    "cari apa ki?"
    "singgah dulu ki?"
    "buka baru buka baru buka baru!!"

    hahhahahah

    BalasHapus