Rabu, 29 Februari 2012

Timnas yang menyedihkan




Ketika kita mengirim orang-orang untuk bertempur maka targetnya adalah menang. Itu sudah pasti semua orang juga tahu. Namun jika yang dikirim adalah anak-anak muda yang baru lulus ujian Sea Games dan yang baru belajar memetik pengalaman maka yang ada adalah pembantaian. Dan itu lah yang kita saksikan semalam.

Kita memang sudah tahu akan kalah dalam pertandingan malam ini. Namun jika sampai 10-0 rasanya benar-benar memalukan. Hilang semua kebanggaan didada malam ini. yang tinggal hanya perasaan nelangsa.

Kok tega kau kirim aku. Kok tega kau biarkan kami dibantai.. kok lama wasit meniup peluit.. Mungkin itu yang ada dalam fikiran para timnas senior ini.

Menyandang garuda di dada memang membanggakan, namun menanggung beban 10-0 benar-benar menyesakan. Sedangkan realitas yang ada adalah banyak talenta bagus yang kita miliki, namun karena sekelompok orang yang punya kuasa semua dibuang percuma. Dan akhirnya yang terjadi adalah kalah dimana-mana. Kalah level, kalah tenaga, kalah pengalaman. 2 kartu merah masing-masing buat kiper dan pelatih. 3 pinalti. 10 kali kebobolan.. benar-benar mantap.

Dan kita semua menyaksikan kejadian memalukan ini dilayarkaca..

Jika memang tahu mau kalah kenapa harus mengirim mereka. Atau karena ini hanya permainan sehingga kita bisa seenaknya memilih pemain dan melupakan arti bahwa mereka yang bermain ini membawa nama bangsa. Nama Indonesia. Sepertinya seseorang harus bertanggung jawab.

Masalahnya sebetulnya bukan di KPSI atau di PSSI.. namun di orangnya. Jika niatnya baik, dan sudah melihat jalurnya salah kenapa tidak mau mendengarkan penumpangnya . Kami sedih, mereka sedih dan hanya kemenanganlah yang bisa mengobatinya. bukan ketua baru ataupun pemain baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar