Kamis, 10 Mei 2012

Mengenal Luwu


Mengenal Luwu   
Pemandangan alam pagi hari yang sangat indah di luwu 
Bercerita tentang Luwu  berarti bercerita tentang La Galigo.  Seorang anak manusia yang lahir dan besar di Luwu untuk kemudian melanglang buana keliling dunia jauh sebelum bangsa eropa  keliling dunia.

Di mulai dari turunnya Bataraguru dari kahyangan dan menetap di Luwu kemudian mempunyai anak bernama La Togeq Langiq  (Batara lattu) kemudian punya anak 2 orang yaitu Sawerigading dan We Tenriabeng.
Sawerigading artinya lahir di bambu , yaitu sawe=lahir, dan ri gading = di atas bambu betung.  Sawerigading  kecil  tidurnya pake selimut pisang kepok, atau pisang manurung .  Kebayang seberapa kecilnya Sawerigading.  Hangatnya daun pisang gepok  membuat  kulitnya menyatu dalam daging tubuh Sawerigading. Sehingga  oleh Batara Guru berpesan untuk anak cucunya agar pisang kapok tidak  diperbolehkan untuk dimakan.  Entah buah, daunnya atau seluruh bagian dari pisang itu.
Sawerigading menikahi We Cudai. Dari perkawinannya, melahirkan anak pria bernama  La Galigo. Anak inilah, yang akhirnya menjadi penerus Kerajaan Luwu. Dan dari masa kejayaan  La Galigo, ia menulis silsilah keluarganya sendiri. La Galigo menuliskannya dalam lembaran lontara bagaimana asal muasal turunannya ada di Bumi dari langit. Rajutan cerita  La Galigo  serta merta menjadi legenda , jejak-jejaknya dipelihara dan  menjadi jalan hidup bagi  para keturunannya hingga saat ini.

Orang orang bugis dan Luwu percaya adanya orang yang turun dari langit, karena itu ada istilah to manurung  yang artinya orang dari langit,  ini disebabkan oleh karena orang itu tidak diketahui darimana asalnya,  selain itu orang ini suka menghilang, pergi entah kemana. Orang Luwu dan bugis percaya bahwa mereka yang  turun kedunia  dari langit itu akan  membawa rahmat,  keselamatan,  kemakmuran dan kesejahteraan untuk masyarakat mereka. Dan itu terbukti, karena  para to manurung yang terkenal adalah Raja Soppeng pertama dan Batara guru yang keturunannya memerintah tanah Luwu.

Catatan silsilah bangsa bugis dan Luwu yang jelas dan akurat. Kita bisa melihatnya di istana Raja Luwu terakhir yang terdapat di Palopo.  Namun di masa lalu dengan terbatasnya ilmu dan juga terpencilnya daerah mereka membayangkan orang yang turun dari langit adalah suatu yang sangat logis.  Jika kita pernah nonton film “Outlander” mungkin hal ini menjadi sedikit logis. Dalam film ini dikisahkan  tentang orang asing yang terdampar didaratan Viking. Dia jatuh dari langit dan singkat cerita, penduduk yang awalnya membencinya, akhirnya berbalik menyukainya setelah dia menyelamatkan sang raja saat perburuan Morwen. Mahluk ganas pemangsa manusia. Orang asing ini  dibantu beberapa ksatria Viking bertempur melawan Moorwen yang berakhir dengan kemenangan, dan juga kematian sang raja. Akhir cerita si orang asing ini memutuskan tetap tinggal dan menikah dengan putri sang raja di tanah Viking. Outlander artinya adalah orang asing.  Film ini  disutradai oleh Howard McCain dan dibintangi oleh James Caviezel.


****

Luwu berasal dari bahasa wotu yaitu Luwo yang berarti sangat luas hal ini dapat dibuktikan bahwa luas wilayah Luwu purba memang sangat luas, terhampar hampir di seluruh daratan Sulawesi. Penduduk asli ketiga kabupaten  bekas kerajaan Luwu Purba  (Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur) adalah  suku tersendiri karena Bahasanya, bahasa Tae’, lebih dekat ke bahasa Toraja.

Budaya pertanian dan makanan pokok mereka aslinya  adalah sagu, yang diolah menjadi kapurung, bubur sagu encer yang dicampur dengan sagu dan ikan, mirip bubur Manado. Karena itu untuk mencari sagu di daerah ini mudah.  hampir dihutan-hutannya mudah ditemukan pohon sagu.  Pergeseran ke beras karena  penggusuran dusun sagu penduduk asli oleh sawah-sawah para perantau Bugis, serta oleh politik beras Bulog dan jatah PNS dan prajurit. Sementara itu, penduduk asli bekas kerajaan Luwu’ itu kini semakin terjepit oleh perantau Bugis, Toraja, penduduk transmigran jawa dan Bali.  Sehingga mereka sekarang hanya ada di Pamona Selatan di dataran tinggi Mungkutana di Luwu Utara dan sekitar danau Matano.

Perekonomian di Luwu dipegang oleh saudagar-saudagar Bugis yang  berdagang sampai kepelosok desa , sehingga ada ungkapan  “di mana ada asap ke luar dari hutan, di situ ada orang Bugis sedang menggergaji.”
****
Sebulan sudah kami beristirahat , saatnya ke lokasi baru. Nama Luwu ada 3 yaitu Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. Luwu ibukotanya Palopo, Luwu utara ibukotanya Masamba , Luwu Timur ibukotanya Malili. Dan tujuan kami saat ini adalah Luwu Timur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar