Minggu, 09 Oktober 2011

Sangkuriang di panggil ke istana


Presiden bingung. Sebulan lagi SEA Games XXVI harus dibuka. Show must go on. Namun Gedung belum rampung juga. Wisma atlet masih brantakan, lapangan tenis masih rawa-rawa, atletik, ski air dan lapangan tembak masih berupa sawah. Kolam rennang masih kosong. Jalan dan prasarana lainnya belum keliatanan bentuknya. Dari Palembang sampai Purwakarta masih belum jelas wujudnya.Mana kerja semua anak buahku.. pikirnya lagi.

Surat sudah ditanadatangani. Artinya uang sudah bukan masalah lagi..teorinya. Namun kenyataan dilapangan semua menghawatirkan. Walau semua pengurus dan panitia seagames menjamin semua pasti selesai pada waktunya. Tetap saja kenyataan berkata lain. Hari ini dia sudah menugaskan Wakil Presiden Boediono untuk meninjau arena pertandingan SEA Games XXVI di Jakabaring Sport City, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Namun gelisah masih di berputar kepala. Khawatir masih mengelayuti kelopak matanya.

Perlu seorang yang hebat. Pikirnya tiba-tiba.
Yang mampu membangun semua ini dalam 1 hari ini. Yang mampu membereskan a sampai z dengan sempurna. Siapa yang kita punya pak menteri?

Menpora Cuma angkat bahu. Semua pasti beres pak .. Saya setiap hari telpon dan rapat dengan tim saya. Semua sudah saya pantau. Saya jamin. Everything gonna be okeh..

Alahh.. kamu ini.

Setelah bertanya ke intelejen beliau mendapat masukan yang patut dipertimbangkan dan dicoba.


****

Sangkuring menghadap ke istana. Bertemu langsung dengan presiden. Dan tanpa basa-basi beliau berkata.

Apa yang saya dapatkan pak presiden.

Presiden bengong. Padahal dia belum berkata apa-apa.

Apa yang kamu mau? Jawab preisiden. Ternyata enak juga kalau langsung to the point. Pikirnya..

Saya tidak mau apa-apa.

Kok bisa. .?

Saya sudah tua, asam garam hidup semua sudah saya jalanin. Uang dan isteri bukan yang kucari. Harta dan jabatan bukan yang saya idamkan.

Jadi mau mu apa?

Ketentraman di tanah sunda.

Memang kenapa? Tempatmu tidak banyak kerusuhan. Semua terlihat aman dan berjalan seperti biasa. Banyak gedung dibangun banyak jalan mengular dibuat. Semua terlihat tentram dan aman.

Itu luarnya pak. Dalamnya lain. Hutan saya gundul dan mulai ditanami sayuran. Malah di salah satu hutan saya mau dibangun restoran besa. Saya ingin hutan saya kembali hijau dan bersih. Sungai saya saat ini kering dan penuh sampah, plastic dan racun membunuh ikan ikan saya.

Oke. Saya catat. Adalagi?

Saya ingin ketentraman bagi anak buah Saya.
Maksudnya..?

Para jinn, jurig, dedemit dan siluman sering mengadu kepada saya. Tempat mereka tinggal banyak digusur. Sudah banyak anak buah saya dimasukan ke botol dan dibuang ke laut. Saya ingin patung-patung yang ada dijaga. Jangan dibakar atau dihancurkan.

Loh apa hubungannya? Emang anak buahmu tinggal di patung juga?

Bukan begitu Pak Presiden. Kalau satu patung dibakar dan dihancurkan. Itu akan memicu daerah lain ikut gila.

Maksudnya?

Saat ini di tatar sunda semua jadi garang. Orang sunda mulai kehilangan jati dirinya. Di Purwakarta patung dihancurkan. Di cisalada Bogor rumah rumah dibakar karena beda paham . di Banten orang dibunuh karena beda keyakinan. Malah Di Bandung aja miss universe dilarang hadir. Padahal dia itu orang cantik sejagat bumi. Manusia yang cantik. Hitam manis lagi. Perlu dicatat dia itu perempuan. Walaupun dia tidak ngomong dia pasti menyimpan dalam hati. Bagaimana kalau perempuan itu ibu bapak?

Dulu orang sunda ramah. Siapa saja boleh datang dan tinggal. Orang sunda yang saya kenal sangat mementingkan persaudaraan. Sangat sopan dan mendahulukan perdamaian. Orang orang tuanya sangat sayang kepada anak-anaknya. Orang dewasa dan kelompok orang tua selalu berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosialnya. Lebih berperan sebagai pembimbing. Terdapat etika dan adab yang dijalankan oleh setiap individu pada masyarakat Sunda tanpa pemaksaan. Budaya Sunda sangat luhur dan agungnya dalam aspek etika pergaulan di masyarakat.

Namun sekarang semuanya jadi mengerikan. Permusuhan dikobarkan dimana-mana, Malah oleh MUI. Oleh menteri-menteri bapak juga. Walaupun saya gaul dengan jurig dan siluman jangan pernah berfikir kami kafir Pak. Antara Gusti Alloh dan mahluknya tidak ada batas. Gusti Alloh lebih dekat dengan apa saja. Malah masih lebih jauh antara hati dengan urat leher.

Tidak pernah kami menduakan Gusti Alloh. Semua doa kami bertujuan memintakan legitimasi dan ijin dari yang Maha Gaib. Alloh subhanawata ala.
Sekarang.. Mampu tidak bapak menyanggupi permintaan saya? Mengurusi persiapan seagames mah urusan kecil bagi saya.


Presiden termenung. Kok jadi gini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar