Selasa, 27 September 2011

Mengunjungi Gunung POrno (?) atau gunung Nona Indah



Pagi itu rencana mau ke Tana Toraja. Dari Sidrap pakai motor. Pagi jam 6 brangkat. Wuss..

Jalan berkelokkelok selepas kota Rappang benar-benar membuat harus konsentrasi. Namun setelah jalan panjang dan penuh kelokan hilang, yaitu sekitar 1 jam, kita akan sampai di kota Enrekang. Kota yang terkenal dengan kopinya. Kota enrekang lewat maka masuk ke jalan yang lebih berkelok lagi.

Namun pemandangannya sangat indah. Tebing gunung terlihat memagari jalan. Jurang disebelah kanan terjal dan cukup dalam. Jalannya berasapal namun banyak lubang disana-sini sehingga kita harus hati-hati ketika melewatinya.

Setelah melewati banya jalan berlubang tadi tiba-tiba saya menyadari kunci motornya tidak ada. kumungkinan jatuh di jalan yang berlubang tadi. Gimana ini cara berhentinya. buka dompet. kebetulan punya cadangan kunci motor honda, beda jenis , namun ternyata bisa membuat motor mati.

Melihat kekiri-kekanan mencari kunci.. tetep tidak ketemu. Kemudian mencoba menghidupkan motor pakai kunci cadangan palsu ini. oo lalala. tidak bisa hidup juga. Akhirnya terpaksa mendorong untuk mencari bengkel motor.

Setelah beberapa saat mendorong cukup jauh.. Jalannya menanjak lagi. Cape juga, akhirnya memutuskan untuk beristirahat di sebuah kedai yang banyak terdapat di pinggir jalan ini. Minum dulu ahh sambil tanya bengkel motor.

Bu.. minum kopi susu. itu yang sachet saja.
Ibu penjaga kedai segera membuatkan yang saya pesan.

Sambil menunggu kopi jadi saya duduk dan menikmati pemandangan di belakang kedai itu. Astaga ini gunung apa kok bentuknya aneh.

Ketika ibu yang jaga kedai datang dan membawa kopi pesanan saya saya coba tanya..
Bu.. ini gunung apa?

Ini gunung nona pak.. nama aslinya Gunung Buttu Kabobong. Gunung ini terkenal karena bentuknya yang unik, yakni menyerupai kelamin wanita. Coba aja lihat lagi, bener tidaknya.

Sambil minum kopi hangat akhirnya saya menikmati gunung nona. Memandang dan membayangkan yang dirumah..

catatan :
Buttu berarti gunung sedangkan Kabobong berarti alat vital wanita. Masyarakat setempat,memberi julukan Buttu Kabobong sebagai gunung porno,  bila dilihat sekilas bentuknya tidak terlalu jelas. Tapi, bila diperhatikan dengan lebih seksama, barulah bentuk yang dimaksud itu akan h jelas. Buttu kabobong merupakan daerah dataran tinggi yang berada di desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar