Senin, 28 November 2011

Jaya dan Wijaya : Penjaga Gerbang Istana dan gedung juga timur Indonesia



Pernah lihat patung yang berdiri seram di depan sebuah gedung? Tahukah namanya?

Patung Dua penjaga itu adalah Raksasa Dwarapala.Mereka adalah penjaga gerbang setia di Vaikuntha, Istana Wisnu. Biasanya patung ini dijumpai juga di depan istana dalam Gunungan wayang, Dua raksasa itu bernama Jaya dan Wijaya yang juga diabadikan sebagai nama pegunungan di Papua sebagai pintu gerbang Indonesia dari sebelah timur.



Dikisahkan Wisnu ingin suasana tak terganggu saat berdua dengan istrinya Lakshmi. Jaya dan Wijaya diinstruksikan untuk tidak mengizinkan semua pengunjung masuk. Empat tamu telah mempunyai janji untuk bertemu dengan Wisnu, akan tetapi Jaya dan Wijaya menolak mereka masuk ke dalam istana. Ke empat tamu tersebut marah dan memberi kutukan bahwa ke dua raksasa penjaga tersebut akan turun di dunia dan lahir dua belas kali sebagai musuh Wisnu.

Setelah selesai kejadian, Wisnu datang dan mengatakan bahwa mereka cukup lahir tiga kali sebagai musuh Wisnu dan akan kembali lagi bersama Wisnu. Jalan yang biasa ditempuh manusia untuk Jumbuh Kawula Gusti, bertemu dengan Gusti adalah dengan jalan berbuat kebaikan, dharma. Jalan Jaya dan Wijaya adalah jalan pintas tercepat, setiap saat dalam kehidupannya di dunia mereka hanya berpikir tentang musuhnya yaitu Wisnu, tak ada waktu senggangpun tanpa berpikir tentang Wisnu musuhnya.

Jaya dan Wijaya pertama kali lahir sebagai saudara kembar iblis, Hiranyaksha dan Hiranyakashipu yang dibunuh oleh Prahlada sebagai titisan Wisnu. Jaya dan Wijaya kemudian mengambil kelahiran kedua sebagai Rahwana dan Kumbhakarna, yang terbunuh oleh Sri Rama sebagai titisan Wisnu juga. Akhirnya, Jaya dan Wijaya lahir sebagai Shishupal dan Dantavakra dan dibunuh oleh Wisnu yang menitis sebagai Sri Krishna.

Bagaimana nasib mereka kini? Zaman boleh berganti. Dulu menjaga istana Wisnu dan saat ini kedua raksasa itu terpaksa turun pangkat. Karena Wisnunya sudah mati, Mereka sekarang menjadi satpam di rumah-rumah dan gedung para pejabat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar