Kamis, 17 November 2011

Kamar mandi orang bugis



Bagi orang bugis di sulawesi selatan umumnya mandi adalah kebutuhan sehari-hari. Apalagi cuaca disana panas dan lembab. Jika hari panas dan debu plus keringat lengket terasa dikulit. Sehari mereka rata-rata mandi 2 kali sehari.

Umumnya masyarakat di Sulawesi Selatan ini sudah membuat kamar untuk MANDI CUCI KAKUS di dalam rumah. Namun jika kita sedikit masuk ke pedalaman, atau agak keluar dari kota-kota besarnya maka jangan heran jika menjumpai toilet atau kamar mandi yang terletak di halaman depan rumahnya. Biasanya lengkap dengan sumur timba. Kenapa bisa begitu? Karena umumnya rumah-rumah mereka berbentuk panggung sehingga kamar mandi harus ada diluar rumah. Sehingga menurut mereka perlu biaya besar untuk membuat kamar mandi di dalam rumah mereka.

Bagaimana mandinya? Bayangkan saja mandi dengan mengenakan celana dalam bagi laki-laki. Dan jika anda wanita.. Umumnya wanita bugis mandi menggunakan sarung. Kenapa? Karena mereka mandi di kamar mandi tanpa bilik atau pembatas. Tanpa dinding dan mudah terlihat oleh orang-orang. Yang lebih unik lagi umumnya kamar mandi ini terletak di depan rumah mereka. Di halaman depan. Kebayang bagaimana serunya acara mandi.

Namun jangan aneh-aneh. Biasa saja, karena ini sudah menjadi kebiasaan mereka.
Namun jika anda terpaksa mandi seperti ini dan masih sedikit malu maka sebaiknya mandi mejelang isya. Karena keadaan sudah gelap dan orang yang lalu lalang sudah sedikit.




Apapun itu nikmatilah..

Lain lagi jika anda mau buang air besar. Toiletnya tanpa dinding. Hanya ada jongkokan. Jadi terpaksa harus sarungan jika mau buang itu hajat.

Jadi jangan kaget jika anda sedang jalan-jalan melihat orang lagi jongkok di depan rumahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar