Senin, 05 Desember 2011

Jadwal dan rute baru keretaapi Rel Listrik



Senin (5/12/2011) ini, pola jalur melingkar kereta rel listrik (KRL) mulai efektif beroperasi. Sayangnya, perubahan pola baru ini justru merepotkan penumpang sehingga kurang disukai. Penerapan pola loop line pada perjalanan KRL Jabodetabek memang bertujuan menyederhanakan pola operasi, mengurangi overlapping di antara rute kereta api, mengurangi perpotongan di antara perjalanan KRL, dan meningkatkan kapasitas angkut.

Perbedaan pola ini ketimbang pola sebelumnya, antara lain, operasi KRL hanya tersisa enam rute dari 37 rute. Rute itu ialah Bogor-Manggarai-Tanah Abang-Duri-Jakarta Kota-Jatinegara, kedua Bogor-Manggarai-Jakarta Kota, ketiga Parung Panjang-Serpong-Tanah Abang, keempat Tangerang-Duri, kelima Bekasi-Jatinegara-Manggarai-Jakarta Kota, dan keenam Tanjung Priok-Jakarta Kota (Media Indonesia, 23/11).

Para penumpang kereta api commuter dari Parung Panjang/Serpong mulai 1 Desember 2011 tidak akan bisa lagi menumpang kereta langsung ke Stasiun Karet, Sudirman maupun Manggarai.

Berdasarkan poster-poster yang banyak ditempel di stasiun, Jumat (25/11/2011), para penumpang KRL yang akan menuju Stasiun Karet, Sudirman atau Manggarai harus transit dulu di Stasiun Tanah Abang, untuk selanjutnya menggunakan KRL lain menuju Karet, Sudirman atau Manggarai.

Semula penumpang KRL bisa langsung ke tiga stasiun tersebut dari Parung Panjang, Serpong, Pondok Ranji, Kebayoran Lama maupun Palmerah. Dengan perubahan rute tersebut, para pekerja atau orang yang hendak pergi ke kawasan Sudirman, Thamrin SCBD, Blok M yang semula bisa memanfaatkan KRL langsung turun Stasiun Sudirman lalu berpindah busway, harus bersabar sejenak menunggu KRL lain. Begitu pula sebaliknya.

Rute baru tersebut meliputi:
1. Bogor/Depok - Manggarai - Jakarta Kota (PP)



2. Bogor/Depok - Tanah Abang - Pasar Senen - Jatinegara (PP)
3. Bekasi - Jatinegara - Manggarai - Jakarta Kota (PP)
4. Parung Panjang - Serpong - Tanah Abang (PP)
5. Tanjung Priok - Jakarta Kota (PP)
6. Tangerang - Duri (PP)

lengkapnya dihttp://www.krl.co.id/c-news-c-menu-114/354-perubahan-jadwal-krl-commuter.html

Yang jelas Sistem baru ini memang membuat sejumlah penumpang harus berganti kereta, termasuk berpindah jalur, bahkan peron. Komunitas pengguna kereta KRL Mania mendesak KCJ menunda penerapan loop line.

Humas KRL Mania Agam Fatchurrochman mengatakan, secara umum penumpang menderita selama masa uji coba. Masalah utama penerapan sistem loop line ialah cara transit yang sulit serta waktu tunggu yang tidak tentu karena jadwal yang amburadul. Namun Mentri Dahlan Iskan sudah memutuskan jalan terus untuk rute ini.

Jadi nikmatilah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar