Jumat, 09 Desember 2011

Ketika Johar arifin cuci tangan



Persipura gagal ikut AFC. Semua saling menyalahi.. Point utamanya hilang, bahwa Persipura ikut di AFC mewakili Indonesia. Dan kemarin Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan bahwa pemain yang bermain di Indonesia Super League (ISL) tak boleh membela tim nasional.

“Kompetisi sah adalah kompetisi yang dipimpin Ketua Umum PSSI. Di luar itu, tidak sah. Nanti, kami akan laporkan kepada AFC,” katanya dalam kata sambutan acara syukuran di kediaman Djohar Arifin Husin, Selasa (22/11/2011) malam. PSSI hanya mengakui Indonesian Premier League (IPL) sebagai kompetisi yang sah. Kompetisi di luar PSSI, seperti Indonesian Super League (ISL), adalah kompetisi yang ilegal. Ini bukan kemauan PSSI. Tidak bolehnya pemain di luar kompetisi PSSI tampil di timnas ini merupakan regulasi dari FIFA. Saya sudah katakan kepada Rahmad waktu lawan Galaxy, pilih semua pemain dari mana saja. Artinya, kita ingin semua bisa bela ‘Merah Putih’, tapi ini ketentuan dari FIFA. Kalau tetap memainkan pemain yang bermain di luar kompetisi resmi, kita akan di-banned, akan dihukum,” katanya.

Sehebat apapun orang, setelah mencicipi rasanya uang maka nafsunya pasti bertambah. Kita sering mengingat sejarah hanya tanggalnya saja. Esensi dan cara jalannya cerita itu jadi sejarah dilupakan. Gagasan tentang sepakbola yang maju dan indah dibuat populer dan diterima oleh mayoritas orang ketika kongres. Dengan memberi ini memberi itu. Dengan mengganti Nurdin Halid akan begini, bahwa memilih saya akan begitu, semuanya diciptakan dengan kata-kata dan janji yang indah. Beginilah cara anggota kongres memungut suara untuk menghukum Nurdin Halid. Dan semuanya menjadi sah secara konstitusional.

Dalam kenyataannya beliau malah menghukum kebanyakan orang yang turut memberi suara itu. Menyakiti hati rakyat pecinta bola di Indonesia dan dengan bangga menyatakan semua salah mereka.

Yang dilupakan oleh beliau adalah setiap orang kaya tidak akan menurut begitu saja. Mereka pasti bereaksi. Mereka punya uang. Punya kekuasaan, punya keinginan untuk mengubah sesuatu. Mereka tidak akan diam saja membiarkan aset dan dagangannya hilang. Liga Indonesia pasti punya sumber untuk melakukan perubahan dan mereka lakukan itu.

Akhirnya saya dan orang-orang lainnya yang tidak mempunyai sumber yang sama jadi hanya duduk dan menonton kelakuan orang-orang seperti itu.

Perang antara yang kaya dan yang kaya telah berlangsung lama, dan akan berlangsung selamanya sampai pemimpin itu sadar bahwa dia sedang diperalat. Bahwa dia sedang dijadikan mainan. Bahwa dia cuma bidak catur yang bisa dikorbankan jika terlihat membahayakan aset dagangannya. Sepak bola Indonesia mau hancur atau Papua mau merdeka emang gue pikirin, yang penting bisnis gue jalan. Harta gue bertambah.

Jadi siapa yang untung dengan kemelut PSSI ? kita sudah tahu siapa. Terus siapa yang dirugikan ? sudah pasti kita semua, pecinta bola dari sabang sampai Merauke.

Kalau dia punya niat baik pasti ada jalan. Atau musyawarah memang sudah kalah ama uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar